BUTON – Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra SH menyerahkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)/ bedah rumah kepada ratusan warga, Senin (10/08/2026).
Sebanyak 503 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Buton memperoleh bantuan bedah rumah pada 2026. penyerahan Serah terima buku tabungan (Serbutab) kepada penerima bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) tahun 2026 sekalugus lounching aplilasi sidaper (Sisyem Intrgrasi data perumahan). dihadiri, Ketua DPRD Buton Mara Rusli Sihaji, Rekanan Bri, para OPD, dan penerima bantuan di Aula Kantor Bupati Buton.
Bupati Buton ketika menyampaikan sambutannya mengatakan tahun 2026 Buton mendapatkan bantuan dari pempus melalui program bsps/bedah rumah berupa bantuan dana stimulan yang diperuntukkan membangun rumah tidak layak huni sebanyak 503 RTLH.
Penyaluran ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita sudah jauh-jauh berkoordinasi di Jakarta untuk mendapatkan bantuan ini jadi tolong dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya jangan sampai tahun depan kita tidak mendapatkan bantuan lagi,”ujar Bupati Buton lagi.

Bantuan ini Kolaborasi anggaran pemerintah pusat APBN, (Kementerian PKP), TJSL Kemenkeu dan APBD Buton berupa Stimulan bedah rumah atau rehabilitasi RTLH untuk warga kurang mampu atau masyarakat berpenghasilan rendah.
Dia menyebut Pemerintah Daerah Kabupaten Buton menargetkan perbaikan sebanyak 3000 RTLH, dan tahun ini terealisasi sebanyak 503 RTLH.
Masih 2497 rumah yang harus ditanggulangi lagi. “Dengan menyerahkan dana ini saya berprangka baik sama ama – ama dan ina – ina disini. Jangan disalah gunakan, Saya berharap sekali warga yang sudah dipercaya mengelolah mandiri dananya agar benar – benar digunakan untuk pembangunan rumah,”tandas bupati.
Dia juga mengapresiasi kinerja Plt kepala dinas perkim, manufernya untuk mensejahterahkan masyarakat melalui program bedah rumah di Kabupaten Buton nyata, mendapatkan bantuan terbanyak tahun ini.
“Karena yang saya tahu semua bekerja untuk mensejahterahkan masyarakat bukan mensejahterakan diri pribadi, kalau ada kadis yang bekerja tidak mensejahterakan warga malah pribadi maaf jabatannya pun bisa hilang,”tegasnya.
Dia juga mengatakan bantuan dari pemerintah ini menyebar di seluruh kabupaten Buton diantaranya kombeli, takimpo, saragi, dongkala, wakoko, Kecamatan Siotapina , Lasalimu, Kapontori.
Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (Perkim) Buton menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Buton dalam menyalurkan dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) senilai miliaran, Nantinya, dana BSPS tersebut akan digunakan untuk membedah 503 unit rumah di Buton pada tahun 2026 ini.

Melalui Via zoom balai perumahan kementrian PKP Sultra Irsan Basalama ST M.Si mengatakan program BSPS/Bedah rumah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah serta meningkatkan keswadayaan masyarakat berdasarkan kemampuan.
“Program BSPS menyasar rumah tidak layak huni,” tutur Irsan. Irsan juga menerangkan, program BSPS memiliki prinsip masyarakat sebagai pelaku pembangunan, pendampingan oleh fasilitator, dan mendorong gotong royong dan berkelanjutan.
“Bantuan ini berkat sinergi pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemerintah provinsi serta tidak terlepas dukungam sspirasi anggota DPR RI Ridwan Bae,”ujarnya lagi.
Sinergi dalam hal penanganan kawasan perumahan di kab.Buton Keciprat Bantuan 503 Unit Rumah.
“Buton paket lengkap, semua bantuan ada pada program sektor perumahan hal ini berkat bupati berkoordinasi dengan pemerintah pusat,”lanjut dia.
Tahun 2025 buton mendapatkan bantuan 64 unit dan tahun ini berkat kerjasama yang baik bertambah 369 unit, csr pt sarana multi Kemenkeu 38 unit di kecamata Pasarwajo berupa 17 bagunan baru dan 21 peningkatan kualitas juga dari APBD.
“Saya mengajak seluruh penerima bantuan untuk memanfaakan bantuan tersebut dengan bertanggungjawab dan sesuau ketentuan yang berlaku,”tuturnya.
Dia juga mengapresiasi lounching aplikasi sidaper merupakan langkah strategis pemkab, langkah akurat untuk pengumpulan data dalam pengambilan keputusan.

Subdit wilayah III Perumahan rakyat Kementrian PUPR, Ridwan Sudarta menyampaikan program BSPS sudah berubah namanya menjadi bedah rumah pada tanggal 29 Juli lalu.
Mentri PUPR berharap Melalui BSPS ini, pemerintah juga ingin agar jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) bisa berkurang.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan membedah 427 unit rumah di Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Bedah rumah yang juga disebut sebagai program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dilakukan sebagai upaya mensejajterakan masyarakat.
“Jajaran harus berterimakasih kepada bupati, bantuan di Buton paling banyak, ini berkat koordinasi Bupati sehingga banyak bantuan yang masuk melalui Bupati,”ujarnya.
Dia mengatakan dengan koordinasi yang baik diharapkannya tahun depan kabupaten Buton bantuannya akan ditingkatkan lagi jumlahnya.
Dia juga mengingatkan bantuan ini diberikan untuk rumah tidak layak sekali menuju layak huni bukan langsung layak huni. “Semoga bantuan ini bermanfaat untuk rakyat Buton,”tandasnya.
ketgam : warga penerima bantuan bedah rumah.
Sementara itu Plt Kadis Perkim La joni ST M.Si menyebut bantuan dari APBN sebanyak 427 unit, dari Provinsi 27, tjsl 38 unit dan APBD 11 sehingga total 503 unit tersebar di berbagai wilayah di Buton.
Dia menyampaikan dari 3000 target, lima tahun kedepan diupayakan rampung 50 persen di dinas perumaham.
“Kami buat dua regulasi baru perbup bantuan stimulan dan perbup batuan rumah dhuafa, nanti akan bersinergi dengan basnas dan tjsl/csr,”katanya.
Dia juga meminta agar kades mau membantu warga melalui progrm bedah rumah tersebut.
Masyarakat sangat menyambut baik bantuan BSPS dari Kementerian PUPR dan berharap ke depan jumlah bantuannya bisa ditambah.












