BUTON – Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, S.T. kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) saat apel gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berlangsung di Pelataran Tugu Nanas, Kompleks Perkantoran Takawa, Pasarwajo, Senin pagi, 21 September 2026.
Dalam arahannya usai apel, mewakili Bupati Buton, Wabup Syarifudin menegaskan bahwa kedisiplinan aparatur tidak hanya berkaitan dengan kehadiran dan ketepatan waktu, tetapi juga kesungguhan dalam menjalankan tugas serta menjaga integritas sebagai pelayan masyarakat.
“Kita jaga kedisiplinan. Bukan hanya menghargai waktu, tetapi melaksanakan tugas dengan baik dan menjaga integritas,” tegasnya.
Ia juga meminta agar kedisiplinan aparatur menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kehadiran pegawai akan menjadi bagian dari evaluasi sehingga setiap aparatur memiliki tanggung jawab untuk hadir dan menjalankan tugasnya.
“Untuk minggu depan yang tidak hadir akan menjadi catatan,” ujarnya.
Selain disiplin, Wabup meminta seluruh jajaran OPD meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Aparatur diminta tidak menunggu persoalan datang, tetapi harus proaktif melihat dan menyelesaikan hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya, termasuk menjaga kebersihan lingkungan kantor.
“Pelayanan di kantor kita harus proaktif. Kalau ada yang kotor, segera dibersihkan,” katanya.
Syarifudin juga mengingatkan bahwa pembangunan Kabupaten Buton membutuhkan kerja bersama, termasuk melalui penguatan investasi swasta. Menurutnya, APBD tetap menjadi instrumen penting pembangunan, namun pertumbuhan ekonomi daerah perlu didorong dengan menghadirkan investasi dan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha.
“Kita membangun Buton pendekatannya APBD. Pertumbuhannya kita hadirkan swasta, dia melihat potensi dan berinvestasi. Karena itu kita memberikan kemudahan urusan bagi investor. Jangan dipersulit. Kalau bisa diselesaikan dalam satu jam, bisa diselesaikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pertumbuhan investasi akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat perlu dikurangi melalui penguatan potensi ekonomi daerah.
“Kalau investasi tumbuh, pertumbuhan ekonomi akan tumbuh dan akan berdampak pada PAD. Karena kalau berharap dana transfer dari pusat, kita tidak akan berkembang,” jelasnya.
Menutup arahannya, Wabup mengajak seluruh aparatur untuk bekerja dengan baik dan menjaga amanah sebagai ASN agar pelayanan pemerintahan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bekerja dengan baik agar gaji kita berkah. Kita Buton yang religius, yang diberkahi oleh Allah SWT,” tutupnya.
Apel gabungan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Buton La Ode Syamsudin, S.Pd., M.Si., para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, serta para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Buton.












