
PASARWAJO,FAKTASULTRA.ID – Tekad Pemerintah Kabupaten Buton di bawah Nakhoda Drs. La Bakry, MSi dan Iis Elianti, untuk mensejahterakan masyarakat Buton, tidak pernah kendur tahun 2020 Pemkab mulai mencanangkan program palanisasi rencananya 26.000 pala akan ditanam di Buton.
Bupati Buton bersama rombongan, dinas teknis terkait dan anggota DPRD Buton awal Januari 2020 melakukan lawatan guna melakukan koordinasi dengan Pemerintah Maluku Tengah, tepatnya di Banda Naira guna menjajaki pengembangan dan budi daya tanaman Pala.
Sejak tahun 2019 Pemkab Buton telah mengembangkan komoditas ekspor ini. Bahkan telah melakukan riset selama dua tahun. Untuk langkah awal, Petani disarankan agar menanam pala dengan jumlah sekitar 20-25 pohon.
Pengembangan komiditi tanaman pala tidak terlepas dari program Pemkab Buton yang dicanangkan Bupati Buton sejak Tahun 2019.
Rilis Kominfo Buton, Kepala Dinas Pertanian mengatakan Bupati Buton sudah mencanangkan pengembangan Pala, sehingga tahun 2020 Bupati Buton membuat gebrakan pengembangan Pala yang dinamai Palanisasi.
“Dinas Pertanian sebagai dinas teknis yang membidangi perkebunan tahun 2020 mengakolakosikan pala sebanyak 26.000 pohon untuk masyarakat Kabupaten Buton secara umum,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton, Dewangga, SP ketika mendampingi Bupati Buton dalam lawatannya di Banda Naira, Desa Lonthoir, Kecamatan Bandam Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, 10 Januari 2020.
Dewangga merinci untuk pengembangan dan budidaya tanaman Pala akan disebar di wilayah di Kabupaten Buton yakni Siotapina, Wolowa, Lasalimu Selatan, Lasalimu dan Kapontori.

Ketua DPRD Kabupaten Buton, Hariasi Salad, SH mengatakan langka dan strategis yang dilakukan Dewan untuk mendukung program pemkab Buton tersebut adalah mendukung dan mengawal program pemerintah daerah. Tahun 2020 Pemkab Buton menggalakkan program Palanisasi Buton sebanyak 26.000 pohon.
“Tentu program ini sangat bersentuhan dengan masyarakat. Kewenangan DPRD adalah tentang Budgeting. Secara otomoatis kami akan membackup semua program pemeirntah daerah yang memang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” kata Ketua DPRD Buton, Hariasi Salad, SH.
Untuk itulah, lanjut Poltisi Golkar ini kami bersama 8 orang anggota dewan mendampingi Bupati Buton datang di Pulau Banda untuk memastikan pengembangan termasuk kualitas Pala Banda yang sudah terkenal di dunia. Inilah adalah bukti keseriusan Bupati Buton dan kita mendukung itu. Bersama intansi terkait, Dewan juga melihat secara langsung cara pembibitan, penanaman termasuk bagaimana perlakuan petani itu terhadap pala itu sendiri.
“Sehingga program ini tidak salah-salah dalam pengembangan Pala terutama dalam pembibitan dan penanaman nantinya. Kami mendatangi tempat-tempat yang mengembangkan Pala di Pulau Banda. Walaupun dengan bersusah payah, naik kapal menyebarang lautan dengan ombak yang besar. Tapi inilah tugas kami selaku DPRD untuk selalu mengawal kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buton,” pungkasnya..
Bupati Buton, Drs. La Bakry, MSi menegaskan pencanangan program Palanisasi Buton tidak terlepas dari sejarah yang mencatat bahwa Buton pernah jaya dengan rempah-rempah.
“Namun yang paling mendasari ide dan pemikiran ini adalah apa yang disampaikan oleh Pak Presiden tentang 100 tahun Indonesia mereeka yakni pada tahun 2045. Dimana pada tahun itu presdien berharap Indonesia sudah masuk peringkat 5 besar ekonomi dunia. Pendapatan perkapitan masyarakat berada di level 27 juta perorang perbulan. Nah, sekarang saya ingin memberi motivasi pada masyarakat Kabupaten Buton yang bisa mempersiapkan dirinya pada 25 tahun yang akan datang tepat 100 tahun Indonesia merdeka,” kata Ketua DPD Golkar Buton ini.
Menurut Bupati Buton, kalau mengharapkan jambu mete hanya berbuah setahun sekali. Demikian juga dengan tanaman palawija yang lain tidak terlalu punya prospek yang jelas. Dua komoditas yang paling memungkinkan untuk mendukung program pemerintah pusat itu adalah Pala dan Kelapa. Dan ke depan kita akan kembangkan tanaman Pala.
“Selama ini masyarakat yang sudah menanam Pala dan menikmati harga jual Rp 80 ribu perkilogram. Saya berharap di tahun 2045 sudah sebagian masyarakat terutama para petani yang punya lahan yang cocok ditanam ditanam Pala dan kelapa. Masyarakat dapat kan penghasilan seperti yang dinginkan pemerintah pusat. Menurut saya untuk memberi kepastian 25 tahun yang akan datang, tanaman Pala adalah yang paling menjanjikan. Tentu saja kita juga akan mengembangkan sektor pertambangan dan sector lainnya. Namun, tidak semua orang bekerja di sector pertambangan, sebab sebagian masyarakat kita adalah petani,” kata Bupati Buton.
Bupati melanjutkan jika melihat kehidupan masyarakat Kepulauan Banda dengan penghasilan utamanya adalah pala rata-rata mereka ‘sejahtera’.











