Baubau – Seorang oknum ibu Bhayangkari inisial S alias M alias IT dilaporkan ke Polres Kota Baubau setelah diduga mengambil tanpa hak buku raport seorang anak dari sekolah. Selama setahun buku raport dikuasai untuk jaminan penyelesaian utang yang melibatkan ibu dari anak tersebut.
Kasie Humas Polres Kota Baubau, Iptu Rino Asnan, SH menyampaikan saat ini laporan dari pihak keluarga telah diterima oleh tim Satreskrim Polres Kota Baubau, Senin, 22/6/2026.
“Kami dari Polres Baubau baru menerima laporan aduan dari pelapor. Dalam laporannya dijelaskan bahwa ada oknum istri polisi yang datang mengambil buku raport seorang anak di salah satu sekolah tanpa sepengetahuan keluarga. Saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim Satreskrim Polres Kota Baubau,” jelasnya.
Bukan tanpa alasan, Amel, Bibi kandung korban yang juga wali dari anak yang disandera buku raportnya itu memutuskan untuk membuat laporan aduan terkait tindak pidana perampasan ke jalur hukum.
“Sebelumnya saya sudah komunikasi katanya inisiatif dia sendiri mengambil raport itu dengan alasan utang piutang. Raport keponakan saya ini ada di tangan ibu polisi ini sejak penaikan kelas 3 SD juni tahun lalu. Dan keluarga baru mengetahui pada bulan April kemarin kalau raport keponakan saya ini diambil untuk jadi jaminan penyelesaian utang ibunya senilai Rp. 2 juta,” terangnya.
Fakta lainnya, oknum ibu Bhayangkari ini diduga sengaja menipu pihak sekolah dengan mengaku sebagai keluarga dekat untuk mengambil buku raport anak tersebut.
“Yang saya dengar dari pihak sekolah dia mengaku sebagai tantenya. Ternyata saya ketemu kami tidak ada hubungan keluarga sama oknum ibu Bhayangkari ini. Dan parahnya saya sudah upaya menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan namun tidak ada titik temu, Imbasnya kemenakan saya tidak diberi raport saat kenaikan kelas,” ujarnya.
Sambil menahan tangis Amel mengungkapkan psikis ponakannya sangat terimbas akibat kejadian ini. Ia berharap urusan utang piutang yang dilakukan oleh ibu anak tersebut tidak disangkut pautkan dengan anak apalagi sampe menyulitkan pendidikan.
“Ponakan saya ini sudah dalam pengasuhan keluarga sejak ayah dan ibunya bercerai. Yang saya sesalkan mengapa seorang Bhayangkari tega berbuat seperti itu kepada anak yang tidak tahu menahu urusan orang tua,” pungkasnya.











