Memberitakan Dengan Fakta
BAUBAU  

Monianse: Pesta Adat Ma ata a Miliki Nilai Spritual Dan Edukasi

Monianse: Pesta Adat Ma ata a Miliki Nilai Spritual Dan Edukasi
Monianse: Pesta Adat Ma ata a Miliki Nilai Spritual Dan Edukasi

BAUBAU,FAKTASULTRA.ID – Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse menghadiri Pesta adat Ma ata a yang diselenggarakan di galampa (baruga) Kelurahan Karya Baru Kecamatan Sorawolio, Selasa, (01/08/2020).

Pesta adat yang tiap tahun dilakukan oleh suku Cia-Cia Laporo khusunya yang ada di Kelurahan Karya Baru dan Kelurahan Bugi kecamatan Sorawolio. Pesta adat tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Cia-Cia Laporo atas hasil panen dan telah di selenggarakan sejak turun temurun dari zaman Kesultanan Buton.

Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse mengungkapkan, selain memiliki nilai spritual pesta adat Ma ata a juga memiliki nilai edukasi. Hal ini disampaikan dalam sambutannya saat mewakili Walikota Baubau pada pesta adat Ma ata a.

Selain sebagai bentuk rasa Syukur atas karunia Ilahi, orang nomor dua di Kota Baubau ini juga menilai bahwa pesta adat Ma ata a secara tidak langsung telah mengajarkan banyak hal kepada generasi muda. Disamping itu, pesta adat tersebut telah mengajarkan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai budaya serta pentingnya kerja sama dalam membangun sebuah komunitas.

“Pesta adat seperti ini dapat mendidik generasi muda tentang bagaimana kita berkerja sama dalam membangun sebuah komunitas yang saling menghargai, saling menghormati, saling menyayangi dan saling mengayomi. Sehingga komunitas ini akan terus hidup dan berkembang serta generasi-generasi berikutnya akan terus belajar dari proses panjang yang kita lakukan ini”, paparnya.

Lebih lanjut Monianse mengungkapkan, mewakili pemerintah memberikan apresiasi atas penyelenggaraan pesta adat tersebut. Karena itu diharapkan agar pesta adat tesebut dapat terus di lestarikan. Pasalnya, pesta adat merupakan warisan budaya yang sangat penting untuk di jaga dan dilestarikan. “Saya mewakili Pemerintah Kota Baubau sangat mengapresiasi acara ini. Mudah-mudahan acara ini kita semua bisa lestraikan sebabmemiliki nilai spritual dan juga nilai edukasi”, ungkapnya.

Politisi yang juga mantan aktifis ini menambahkan, budaya yang berbasis pada pertanian tidak boleh di lupakan. Pasalnya, pemerintah mempunyai visi misi besar dalam membangun masyarakat Baubau yang maju, sejahtera dan berbudaya. Menurutnya, salah satu poin penting dalam kata Sejahtera ialah ketahanan pangan. Ia juga mengungkapkan, pihaknya secara serius dalam menjadikan Kecamatan Sorawolio dan Bungi sebagai lumbung pangan Kota Baubau. “Pemerintah sudah menetapkan bahwa Kecamatan Sorawolio dan Kecamatan Bungi adalah kecamatan yang harus secara serius untuk menjadi lumbung pangan buat kota ini”, lanjutnya.

Menjawab keluhan warga mengenai jalan usaha tani yang sulit di lalui dengan kendaraan, monianse sebelum menutup sambutannya mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya bersama DPRD Baubau akan meninjau lokasi jalan yang dimaksud. Ia juga berharap agar akses jalan tersebut dapat di anggarkan di perubahan anggaran tahun 2020 ini dan paling lambat tahun anggaran 2021.

“Kebetulan dalam beberapa hari ini di DPRD Baubau masih berlangsung pembahasan perubahan anggaran tahun 2020, untuk itu Kita berharap dan sama-sama berdoa agar masalah jalan ini dapat di bahas di perubahan anggaran tahun 2020 sehingga jalan itu secepatnya dapat di lalui dengan kendaraan”, tutupnya.

Ditempat yang sama, ketua panitia pesta adat Ma ata a La Rusu menjelaskan bahwa pelaksanaan pesta adat tersebut adalah bentuk solidaritas dari masyarakat Karya Baru. Pasalnya semua anggaran adalah murni dari swadaya masyarakat Karya Baru.
Sumber ( Kominfo Baubau)

Tinggalkan Balasan