Memberitakan Dengan Fakta
BUTON  

Peternak Ayam di Kondowa Keluhkan Mitra MBG “Minta Fee”

Peternak Ayam di Kondowa Keluhkan Mitra MBG "Minta Fee"
Foto : ist

BUTON – MBG (Makan Bergizi Gratis) sebenarnya adalah Proyek Bersama yang dibalut menjadi sebuah Program.

Proyek yang sejak awal dibangun dengan anggaran APBN yang sangat fantastis dengan niat awalnya untuk memberikan makanan bergizi dan efect domino untuk menumbuhkan ekonomi UMKM di sekitar lingkungan SPPG ternyata hanya isapan jempol.

Melihat dari aspek pertumbuhan ekonomi, hanya menguntungkan pemilik dapur atau yang disebut dengan istilah “Mitra” dalam struktur BGN (Badan Gizi Nasional).

Karena para “mitra” menekan harga suplayer dari harga pasar dan sebagian lagi dari “mitra” menarik fee agar hasil produksi UMKM dapat menjadi suplayer di SPPG.

Bahkan jika harga tidak menguntungkan bagi “mitra” atau tidak dapat memberikan fee sebagaimana keinginan “mitra” maka para UMKM tidak dilibatkan menjadi suplayer walaupun lokasi UMKM tersebut masih dalam radius jangkauan SPPG.

Salahsatu UMKM yang selalu mencoba menawarkan hasil produksinya adalah Peternakan Ayam Petelur Buton ke beberapa SPPG yang ada di kabupaten buton seperti, SPPG Polri, SPPG Awainulu, SPPG Banabungi II dan SPPG Saragi.

“Usaha kami telah memiliki NIB di Kabupaten Buton dan harga produksi kami juga sebenarnya terjangkau, bahkan kami membuka ruang untuk proses tawar menawar. Tapi kami tidak diberikan kesempatan, mungkin karena tidak menguntungkan oleh para pihak Mitra” terang Hayyun yang juga peternak di Kondowa.

Kami telah menghubungi Ka SPPG dan Mitra Awainulu, Ka SPPG dan Mitra Banabungi, SPPG dan Mitra Polri dan Saragi tetapi hanya mendaptkan jawaban kepala SPPG dan Mitra “nanti di hubungi kembal.”. Tetapi sampai sekarang tidak pernah dihubungi. Lanjutnya lagi.

Sejak sistem bahan baku ditangani oleh “Mitra” MBG belum ada lagi SPPG yang bekerja sama dengan para peternak yg berasal dari Kabupaten Buton.
Karena kebutuhan para mitra MBG yang lebih memilih mencari keuntungan dengan mengambil telur dari luar daerah.

Jadi keuntungan “Mitra” MBG dengan diberikan insentif enam juta rupiah per hari, lalu mencari keuntungan lagi dari mencari suplayer bahan baku.

Tinggalkan Balasan