Memberitakan Dengan Fakta

Hearing Diknas, DPRD Minta Kadis Pendidikan Dan Jajaran Dievaluasi

Hearing Diknas, DPRD Minta Kadis Pendidikan Dan Jajaran Dievaluasi
Hearing Diknas, DPRD Minta Kadis Pendidikan Dan Jajaran Dievaluasi
Rapat dengar pendapat di kantor DPRD buton selasa (21/07/2020)

BUTON, FAKTASULTRA. ID – Rapat Dengar Pendapat Dengar DPRD Buton bersama Jajaran Dinas pendidikan Buton dan perwakilan LSM dan mahasiswa di Buton digelar di ruang rapat kantor DPRD Buton. selasa(21/07/2020).

Hearing yang dipimpin Ketua DPRD Buton Hariasi Salad, Wakil Ketua I Laode Rafiun, Wakil Ketua II la Lisna juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Ir Laode Dilfar Dzafar M. Si dan anggota DPRD Buton.

Ketua DPRD Buton meminta agar kepala dinas pendidikan Buton memberikan keterangannya terkait program beasiswa Buton Cerdas yang sudah digulirkannya.

Wakil Ketua DPRD Buton Laode Rafiun mengatakan tuntutan pada mahasiswa diantaranya karena tidak transparannya program beasiswa, tidak ada payung hukum, diduga nepotisme dan peruntukkannya tidak sesuai.

“Kami berharap melalui rapat dengar pendapat ini ada titik temu baik dari Diknas juga masyarakat yang menginginkan beasiswa Buton Cerdas,”ujarnya.

Usai mendengarkan tanggapan dari pihak Dinas Pendidikan Buton DPRD Buton mengeluarkan lima kesimpulan diantaranya
Terkait program beasiswa Buton cerdas segera dibuatkan payung hukum, dengan tidak adanya PP Kepala Daerah ini dinilainya tidak memiliki rasa keadilan, DPRD meminta kepada diknas agar Proposal Beasiswa Buton Cerdas untuk diserahkan kepada DPRD, MOU yang disepakati harus tetap sasaran dan memiliki rasa keadilan, DPRD meminta Pemda agar mengevaluasi kembali kadis pendidikan dan jajarannya agar dikemudian hari tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Bagaimana MOU akan berlaku jika tidak ada payung hukumnya,”beber Rafiun.

Kadis Pendidikan Buton Harmin M.Eng mengatakan latar belakang program beasiswa Buton Cerdas pada tahun 2018 dimana Kabupaten Buton sangat Kekurangan tenaga kesehatan.

“Pada saat itu pimpinan memiliki ide untuk memenuhi kebutuhan nakes sehingga ada program beasiswa pariwisata di batam, dan beasiswa kesehatan satu orang dari tenaga dokter spesialis dan calon dokter umum,”terangnya.

Kemudian lanjut dia tahun 2019 program ini ditingkatkan Dokter spesialis ditambah dua ornag dan Dokter umum ditambah 4 orang,
Pada tahun 2020 pariwisata tetap berlanjut
Program kesehatan tetap berlanjut juga namun ada tambahan program baru beasiswa untuk mahasiswa umum.

“Ini yang perlu saya sampaikan program Buton Cerdas untuk mahasiswa umum baru ada di tahun 2020, kenapa belum direalisasikan masih dibuatkan payung hukumnya,”kata dia lagi.

Lanjut dia mahasiswa yang berminat bisa kirim proposal dan mengikuti aturan yang sama.

Kadis menambahkan Program ini bukan program beasiswa murni artinya tidak semua ditanggung Pemda ini untuk mengikat semua mahasiswa jika selesai harus kembali ke Buton jika tidak harus mengembalikan semua biayanya ke pemerintah daerah.

Tinggalkan Balasan