BUTON, FAKTASULTRA.ID – Kepemimpinan Andap Budi Revianto di Sultra menuai banyak pujian dan apresiasi,
akademisi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Halu Oleo (UHO), Fitriaman, SE.,MSA.,Ak., QIA.,CSRS.,CSRA., CRA., CIISA.
Ia mengapresiasi capaian luar biasa yang telah diraih oleh Pj Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam berbagai bidang ekonomi, khususnya dalam pengendalian inflasi, peningkatan produksi pangan, serta pengembangan industri dan BUMD di Provinsi Sultra.
“Salah satu yang bisa saya ungkapkan disini dari berbagai Indikator ekonomi di atas adalah kemampuan Pj Gubernur beserta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menurunkan angka inflasi Sultra, yang semula berada di peringkat ke-2 tertinggi secara nasional, menjadi deflasi dan menduduki posisi ke-2 terendah se-Indonesia. Ini adalah indikator penting yang menunjukkan keberhasilan pengelolaan ekonomi daerah secara makro,”Pungkas Fitriaman.
Menurutnya Inflasi yang terkendali dengan baik memberikan dampak langsung pada daya beli masyarakat, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, dan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil. Dalam konteks kesejahteraan rakyat, pengendalian inflasi memastikan harga-harga tetap terjangkau, terutama untuk kelompok masyarakat dengan pendapatan rendah dan menengah.
Lanjutnya Hal lain juga dari pencapaian paling signifikan yang paling menonjol adalah peningkatan produksi pangan beras, di mana Sultra meraih peringkat ke-4 tertinggi dalam hal ini pada 23 Oktober 2024. Meskipun dengan luas daratan hanya 26% dari total wilayah Indonesia, Provinsi Sultra berhasil meningkatkan ketahanan pangan melalui kebijakan yang tepat dan pendampingan kepada petani lokal.
Menurut pakar ekonomi UHO ini Peningkatan produksi pangan beras sangat penting dalam menjaga ketersediaan bahan pangan yang terjangkau bagi masyarakat, serta mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Hal ini juga berkontribusi pada pengurangan angka kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan di sektor pertanian.
Selain itu Keberhasilan Pj Gubernur dalam mengendalikan inflasi, meningkatkan produksi pangan, memajukan BUMD, mengembangkan sektor industri, serta mendayagunakan potensi lokal adalah pencapaian yang memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan rakyat Sultra.
“Stabilitas ekonomi yang tercipta berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat, pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas dan mobilitas ekonomi. Kedepannya, pencapaian ini dapat menjadi modal penting bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan di Provinsi Sultra, ” Ujarnya.
Tentunya, keberhasilan ini juga harus dijaga dan terus dikembangkan dengan melibatkan semua elemen masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah pusat. Hal ini akan memastikan bahwa kesejahteraan rakyat Sultra semakin meningkat, dan Provinsi Sultra dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.











