
BUTON,FAKTASULTRA.ID – Pemerintah Daerah Kabupaten Buton memberikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada tukang ojek, sopir dan nelayan di Buton, ini dampak dari turunnya perekonomian warga saat pandemi corona.
Hal itu dikatakan Bupati Buton drs La Bakry M.Si ketika menggelar rapat bersama OPD di kantor Bupati Buton senin (06/04/2028).
“Tukang ojek, sopir, nelayan kita akan beri subsidi BBM, sementara buruh, penjual sayur akan diberikan bantuan juga,”ujarnya.
Kata dia pemerintah daerah menyiapkan anggaran Rp 9,5 miliar untuk mensubsidi warga yang mengalami dampak ekonomi akibat pandemi corona sementara Rp 6.5 miliar untuk penanganan kesehatan.
“Total anggaran yang dikeluarkan untuk pandemi corona Rp 16 miliar,”ujarnya lagi.
Dijelaskannya pemerintah pusat memberikan tiga kategori untuk anggaran corona pertama peningkatan kapasitas kesehatan dalam penanganan Covid-19. Kedua memberikan perlindungan dan proteksi kepada masyarakat yang terdampak akibat pandemi Covid-19, terutama UMKM, usaha kecil, menengah, dan mikro, supaya usaha-usaha ini masih bisa berjalan. Kemudian ketiga memberikan jaminan jaring pengaman sosial.
Kata dia dampak ekonomi yang berkaitan dengan usaha masyarakat karena pergerakan terbatas maka pendapatan terbatas,daya beli tidak ada sehingga perlu diberikan subsidi dan yang tidak terjaring di PKH atau Bantuan sembako akan diberi bantuan langsung dari pemerintah.
“Kita berikan bantuan ini agar mereka tetap bekerja dan tidak memikirkan bahan bakarnya lagi,”ujarnya.
Dia juga memerintahkan agar dinas perdagangan segera mendata kembali para penjual kecil/papalele di pasar, begitu juga dengan 500 – san tukang ojek, buruh, nelayan, petani yang belum tersentuh bantuan.











