BUTON, FAKTASULTRA.ID – Jelang pelaksanaan Porprov 2022, DPRD Buton diminta agar segera melakukan pembahasan APBD-Perubahan tahun 2022, hal ini dikatakan Kadispira Buton LaOde Abdul Zainudin Napa ketika melakukan konfrensi Pers, Rabu (06/07/202).
“Untuk mendukung kegaitan Porprov maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp 4 miliar, dan anggarannya harus di APBD-perubahan ini, namun sayangnya LKPJ Bupati pun belum dibahas,”tandasnya.
Dia menjelaskan Surat keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara nomor 106 Tahun 2022 berdasarkan hasil musyawarah Olahraga Provinsi pemerintah Olahraga Nasional Nomor 005 2019 tanggal 16 Agustus 2021 menetapkan Pemkab Buton dan Pemkot Baubau sebagai tuan rumah pelaksana Porprov Sultra 2022.
Didalam keputusan lanjut dia, Pemkab Buton dan Pemkot Baubau bertanggungjawab terhadap pelaksanaan Porprov Sultra XIV 2022, Tuan rumah pelaksana Porprov Sultra ke XIV tahun 2022 dalam melaksanakan tanggungjawab wajib berkonsultasi dengan Gubernur.
“Seluruh anggaran dibebankan kepada Pemprov Sultra, Pemda Buton dan Pemkot Baubau, seharusnya dengan adanya SK tersebut DPRD harus segera melaksanakan pembahasan APBD-Perubahan,”tegasnya lagi.
Porprov itu jelas tahun 2022, paling lambat digelar awal desember 2022 jika APBD-P terlambat dibahas maka akan menghambat kegaitan Porprov padahal Buton sudah ditetapkan sebagai tuan rumah.
“Kita harus bersyukur Pemprov Sultra mempercayakan Buton sebagai tuan rumah Porprov, harusnya ini menjadi motivasi untuk membangun namun disayangkannya DPRD Buton dinilai lamban untuk membahas LKPJ Bupati Buton,”katanya.
Dia mengatakan untuk pembukaan Porprov jika dihelat di Buton maka tentu memburuhlan persiapan sejak saat ini jika anggaran terlambat dibahas maka akan berimplikasi pada terhambatnya
semua program saat pelaksanaan Porprov.
Diharapkan pelaksanaan Porprov berjalan sukses maka penganggarannya harus secepatnya dibahas, jika ditunda-tunda dikwatirkan ini akan merugikan daerah.
Dia juga menyebut Pemprov Sultra sudah menyiapkan anggaran saprasa Rp 15 miliar untuk pembangunan GOR dan direncanakam rampung bulang oktober mendatang.
“Provinsi sudah membangun GOR, kita sudah siapkan tiga lapangan sepak bola, dan gedung expo untuk olahraga indoor, namun untuk persiapan kita harus tanggap lebih awal, agar pelaksanaan pembukaan hingga penutupan dipusatkan di Buton,”kata dia lagi.
Dia juga mengatakan sudah disepakati oleh OPD dan BAPPEDA anggaran APBD-P akan diutamakan untuk menyukseskan Porprov 2022. Bappeda sudah menyampaikan LKPJ tanggal 21 juni
dan sudah dua minggu belum ada tanda-tanda pembahasan LKPJ di DPRD Buton, jilmka terlambat dibahas maka akan menghambat pelaksanaan Porprov.
“Ada apa dengan DPRD Buton menunda-nunda LKPJ, jika memimpin daerah ini janganlah mengharapkan sesuatu tetapi berikan sesuatu yang terbaik untuk daerah ini,” ujarnya.











