BAUBAU, FAKTASULTRA.ID –Polres Baubau berhasil menangkap IN (23) dan LA (18), dua pelaku pembunuh seorang mahasiswa yang ditemukan tewas di depan depot air isi ulang di Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Kota Baubau.
Polisi mengungkapkan, pembunuhan terjadi usai korban Jusin Wance (23) melakukan pesta miras bersama dengan kedua pelaku tak jauh dari stadion betoambari.
“Saat terpengaruh miras, mereka selisih paham, dimana korban mengeluarkan badiknya dan hendak menusukan kepada seorang tersangka namun sempat dilerai oleh rekan-rekannya,” kata Kapolres Baubau, AKBP Zainal Rio Candra Tangkari, Kamis (30/12/2021).
Pesta miras kemudian bubar setelah hujan deras turun pada Selasa (28/12/2021) dinihari. Korban kemudian berteduh di depan depot air isi ulang yang diikuti kedua pelaku.
Saat korban lengah, kedua tersangka IN dan LA kemudian memukuli korban dengan menggunakan kursi kayu panjang dan ada yang memukul dengan menggunkana tegel lantai yang disekitar lokasi kejadian.
“Ternyata ini masih menyimpan dendam bagi tersangka, jadi tegel itu dipecahkan dan kemudian menusuk leher dan dada korban,” ujar Rio.
Para pelaku berhasil di tangkap secara terpisah di masing-masing rumah kedua pelaku.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka IN dan LA kini diamankan di ruang tahanan Mapolres Baubau.
Kedua pelaku diancam pasal 338 KUHP dan pasal 178 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswa , Jusni Wance (23), ditemukan tewas di depan usaha depot air isi ulang di jalan Sipanjonga, Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/12/2021).
Korban saat ditemukan terdapat luka tusuk di tubuhnya.
“Saat saya dari tanah abang, saya menuju kesini tempat kerja. Saya tiba sudah terbuka pintu pagar, saya lihat terdapat mayat disini, saya langsung lapor ke polisi,” kata seorang warga, Dede, kepada kompas.com, Selasa (28/12/2021).
Korban yang menggunakan celana panjang hitam tanpa baju terbaring dengan posisi telentang.
Dede kemudian melaporkan peristiwa temuan korban ke polsek Murhum.
“Saat balik, sudah banyak warga yang disini. Korban sudah dalam kondisi terlentang dengan penuh darah berececeran,” ujarnya.
Anggota Polsek Murhum kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke rumah sakit umum daerah (RSUD) untuk divisum.











