Memberitakan Dengan Fakta

RSUD Buton MOU Dengan RS Siloam Layani Pasien Cuci Darah

RSUD Buton MOU Dengan RS Siloam Layani Pasien Cuci Darah
Direktur RSUD Buton dr Ramli Code MOU dengan RS siloam, kamis 06 februari 2020

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Mulai bulan februari ini masyarakat Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, dalam hal ini keluarga tidak mampu dan belum punya atau bermasalah kartu KIS BPJS nya. Khususnya pelayanan Hemodialisa (cuci darah), bisa berobat gratis di Rumah Sakit Siloam, Kota Baubau.

Pemerintah Kabupaten Buton melalui Direktur RSUD Buton Ramli Code bersama Direktur Rumah Sakit Siloam dr Agung melakukan penandatangan perjanjian kerjasama (mou) kamis 06 januari 2020 di Rumah Sakit Siloam, sekitar pukul 09.00 wita pagi hari.

Direktur RSUD Buton Ramli Code mengatakan bagi masyarakat tidak mampu tersebut mau cuci darah tidak dipungut biaya (gratis). Sebab biayanya dibayarkan oleh RSUD Buton yang transfer langsung ke RS Siloam.

“Ini merupakan komitmen pelayanan kesehatan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Buton La Bakry. Guna melayani masyarakat Kabupaten Buton khususnya kesehatan,”ujar Ramli temui ruang kerjanya, Kamis (6/2/2020).

Lebih lnajut dia mengatakan kalaupun ada masyarakat yang memiliki kartu KIS BPJS tetap berlaku. Sebab program ini diperuntukan bagi masyarakat atau keluarga tidak mampu serta yang tidak memiliki kartu KIS BPJS.

Katanya lagi masyarakat hanya meminta rujukan ke RSUD Buton agar cepat dilakukan tindakan pelayanan kesehatan (cuci darah) agar bisa diketahui bahwa pesien ini merupakan tanggungan Pemda Buton.

“Perjanjian ini barusan cuci darah saja, karena pelayanan kesehatan yang lain bisa dilakukan tindakan di RSUD Buton,”tutur Ramli.

Harapan kita kalau masyarakat mau berobat silahkan ke RSUD Buton karena kita mau jadikan RSUD Buton sebagai kunjungan utama berobat. Silahkan datang saja walaupun tidak memiliki kartu KIS BPJS kita tetap terima namun disertakan keterangan tidak mampu dari Desa/Kelurahan setempat dan tidak dikenakan biaya.

Diketahui, anggarannya dari daerah sendiri dan sudah ada di DPA RSUD Buton. Dan totalnya sekitar Rp 400 juta, namun kemungkinan diperubahan bisa ditambahkan.

Sekedar informasi sejak bulan januari 2020 ini sudah sekitar Rp 30 sampai 50 juta kita sudah gunakan utk masyarakat Kabupaten Buton yang kurang mampu atau tdk memiliki serta bermasalah kartu KIS BPJS nya.

Tinggalkan Balasan