BUTON – Ketua cabang olahraga (cabor) di Buton menilai kepengurusan Koni Buton Periode 2026-2030 tidak berjalan alias vakum.
Hal ini diungkapkan Ketua Cabor Kempo Buton Hardi SH. ia menilai Ketua KONI saat ini tidak menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya bahkan menahan surat rekomendasi cabor untuk diserahkan ke Provinsi.
“Tanpa rekomendasi KONI Buton, cabor tidak bisa mendapatkan rekomendasi dari Provinsi, bahkan kedepan dana pembinaan tidak akan diberikan jika tidak memiliki rekomendasi SK dari Provinsi,”ujarnya ketika ditemui, Rabu (01/07).
Seharusnya pasca terpilih Ketua Koni Buton langsung melaksanakan tugasnya dengan memberikan rekomendasi kepada cabor agar mendapatkan SK dari Provinsi. “Hingga saat ini tidak ada rekomendasi, bagaimana akan diberikan SK,”ujarnya.
Kata dia lagi pelaksanaan Porprov september 2026 nanti akan banyak kendala jika sampai saat ini Koni Buton tidak mengeluarkan rekomendasi untuk cabor-cabor yang ada di Buton.
“Ketua KONI harusnya ambil tindakan dengan kekhawatiran cabor yang ada di Buton ini,”tegasnya.
Hal senada juga dikatakan Ketua cabor Catur, Hasan. Iia mengatakan Ketua KONI terpilih periode 2026-2030 tidak menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya.
“Mengurus rekomendasi SK harus dari Ketua Koni sampai sekarang belum ada jawaban pasti, kami juga terdesak dengan cabor diatas kami baik pusat dan provinsi,”tegasnya.
Ia juga sangat menyayangkan hingga saat ini Ketua KONI terpilih tidak memberikan jawaban terkait rekomendasi kepengurusan SK cabor-cabor di Buton.
Ketua cabor Kick boxing LaOde Syafruddin juga mengatakan hal serupa, hingga saat ini rekomendasi untuk mendapatkan SK Cabor dari Provinsi tidak dikeluarkan KONI Buton.
“Kami sudah berapa kali ketemu ketua selalu jawabannya menunggu dan sabar kami sangat menyanyangkan ini. Kami juga terdesak kepengurusan apalagi menyongsong Porprov bulan September 2026 nanti,”tandasnya.
Sementara itu ketua KONI Buton terpilih Sabarudin Paena, hingga saat ini belum dapat dihubungi.











