Buton – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati hari jadi ke-67 Kabupaten Buton dirangkaikan dengan hari jadi ke-23 pasar Wajo sebagai ibukota Kabupaten.
Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Buton Mara Rusli Sihaji, Wakil Ketua I Hasni, dihadiri langsung Bupati Buton Alvin Akawijaya, Wakil Bupati Buton Syarifuddin Saafa, Muspida, para OPD, Anggota DPRD Camat,lurah, kades, tokoh masyarakat. digelar di ruang paripurna DPRD Buton, Jumat (03/07/2026).
Ketika menyampaikan sambutannya Bupati menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak baik pimpinan maupun anggota DPRD, aparatur Pemerintah, atau tokoh masyarakat, alim ulama, cendekiawan serta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Buton yang telah mendorong terbangunnya suasana kondusif Di daerah. karena dalam suasana aman tentram damai dan kode demokratis ini lagi dapat melaksanakan tahapan Pembangunan Daerah kita dengan sebaik-baiknya
“67 tahun perjalanan Kabupaten Buton merupakan rentang sejarah yang panjang penuh dinamika, tantangan dan perjuangan demikian pula 23 tahun pasar Wajo sebagai ibu kota Kabupaten Buton telah menjadi pusat pemerintahan, pelayanan publik dan penggerak Pembangunan Daerah,”ujarnya.
Untuk itu melalui momentum Paripurna ini ia mengajak semua untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah meletakkan pondasi Pembangunan Daerah sekaligus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian pembangunan dan menyusun langkah-langkah strategis menghadapi masa depan.
Kata dia lagi tahun 2025 dan 2026 merupakan periode yang tidak mudah bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi global perlambatan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara dinamika geopolitik internasional, serta tekanan fiskal yang berdampak pada kebijakan efisiensi anggaran nasional.
“Kondisi tersebut berimbas pada ruang gerak Pembangunan Daerah,”ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Buton dituntut untuk lebih cermat dalam mengelola anggaran daerah memastikan setiap rupiah anggaran Memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat serta mengutamakan program yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ole karena itu lanjut dia, efisiensi anggaran yang dilakukan bukanlah bentuk pengurangan komitmen pembangunan melainkan langkah untuk memastikan pembangunan tetap berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. semangatnya bukan mengurangi pelayanan tetapi meningkatkan kualitas pelayanan dengan tata kelola yang lebih baik.
“Pertumbuhan ekonomi daerah belum sepenuhnya mencapai target yang telah ditetapkan. aktivitas ekonomi masyarakat masih menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi yang terjadi secara nasional maupun global,”bebernya.
Di daerah Sulawesi Tenggara mengalami kondisi serupa sebagai dampak terbatasnya perputaran ekonomi akibat kebijakan fiskal dan perlambatan investasi.
“Namun demikian di tengah keterbatasan tersebut kita bersyukur karena kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Buton terus menunjukkan perkembangan yang positif,”lanjutnya.
IPM terus meningkat sebagai hasil kerja bersama dalam meningkatkan akses pendidikan layanan kesehatan, dan peningkatan kualitas hidup di bidang tata kelola pemerintahan Kabupaten Buton kembali berhasil mempertahankan WTP atas laporan keuangan daerah.
Prestasi tersebut merupakan hasil komitmen seluruh perangkat daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan anggota badan yang sesuai dengan prinsip-prinsip good government.
Dia juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Buton akan terus mengarahkan pembangunan pada sektor-sektor yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia kemampuan ekonomi lokal peningkatan investasi serta pemerataan pembangunan antar wilayah
“Dengan pendekatan tersebut kita berharap berbagai indikator pembangunan daerah akan terus menunjukkan perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan,”harapnya.
Ke depan tantangan Pembangunan Daerah tidak akan semakin ringan Oleh sebab itu memerlukan cara kerja yang lebih adaptif, inovatif dan kolaboratif.
“Efisiensi anggaran harus menjadi budaya kerja baru dalam pemerintahan bukan sekedar menghemat belanja tetapi memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar berdampak memberikan dampak sebesar-besarnya bagi masyarakat”tandasnya.
Dia pun mengatakan dengan semangat kebersamaan, persatuan, gotong royong, dan kerja keras seluruh masyarakat maka dia meyakini Buton akan mampu melewati setiap tantangan dan keterbatasan yang ada. Dan inilah yang menjadi semangat sesungguhnya dari tema hari ulang tahun Kabupaten Buton yaitu Bergerak bersama menuju Buton bersinar .
Dia pun mengajak semua pihak agar menjadikan peringatan hari ulang tahun Kabupaten Buton ke-67 dan hari jadi ke-23 pasar Wajo sebagai ibukota, momentum memperkuat komitmen untuk membangun daerah yang lebih maju, Mandiri, berdaya saing, dan lebih Sejahtera sejahtera.











