BAUBAU – Jurnalis kontributor tvOne Kota Baubau Jamil Azali diduga dianiaya oknum Satresnarkoba Polres Baubau saat merekam moment pesta minuman keras (miras) di kantor Satresnarkoba Polres Baubau, pada Rabu (7/10/2026) malam.
Selain terdapat luka lecet di bagian lutut akibat penganiayaan, Jamil juga disekap di salah satu ruangan dan ponselnya dirampas paksa.
Rekaman hasil pesta miras di ruang salah satu penyidik juga dihapus saat ponsel telah dikuasai oleh oknum yang terlibat pesta miras malam itu.
Kasus bermula saat Jamil menyambangi kantor Satresnarkoba Polres Baubau untuk mengklarifikasi informasi adanya kasus pengungkapan narkoba di Polres Baubau. Ia kemudian menghubungi kasat narkoba, namun tak diangkat.
“Saya kemudian mencari kasat narkoba di ruangan, saya kemudian melihat tiga polisi dan 2 wanita diduga sedang berpesta miras karena ada botol di atas meja,” ujar Jamil dalam keterangan resminya, pada Kamis (8/10/2026).
Jamil kemudian menegur salah wanita yang mengaku sedang mengkonsumsi miras. Wanita tersebut yang menuangkan miras atau bandar.
Kepada wanita itu, Jamil minta agar tak mengonsumsi miras di ruangan Satresnarkoba Polres Baubau. Namun wanita itu tak terima ditegur hingga terjadi perdebatan.
“Karena kesal, saya kemudian mengeluarkan HP dan merekam video keberadaan botol miras yang dipindahkan dari atas meja ke bawah oleh wanita tersebut untuk dijadikan berita,” terangnya.
Bukannya melerai, anggota polisi berinisial Bripda BLK malah memaksa Jamil menghapus rekaman video tersebut. Tapi Jamil menolak hingga terjadi perdebatan.
Rekaman video sempat berhenti saat terjadi perdebatan, BLK kemudian menghampiri Jamil. Namun karena merasa ada gelagat polisi itu akan melakukan kekerasan, Jamil kemudian kembali merekam video sebagai bukti.
“Emosi BLK memuncak lalu mendekap saya dan berupaya merampas HP secara paksa. BLK yang bertubuh besar membanting tubuh saya ke lantai kemudian menindih sambil merampas HP,” katanya.
Akibatnya lutut sebelah kiri Jamil mengalami luka lecet. Tak sampai disitu, BLK sempat melakukan penyekapan terhadap Jamil di salah satu ruangan. Karena merasa terancam, Jamil kemudian berlari ke arah jendela dan menggedor kaca agar suara keributan dapat terdengar di luar.
Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi resmi dari Polres Baubau. Aksi protes juga dilayangkan berbagai lembaga pers atas kejadian tersebut.












