BAUBAU, FAKTASULTRA.ID – Panasnya terik matahari tidak membuat seorang wanita separoh baya ini berhenti mengais barang di tempat sampah dekat perumahan di kelurahan bukit wolio indah, kecamatan Wolio, Kota Baubau.
Bau yang menyengat tidak diindahkannya untuk terus mencari barang bekas untuk dibawa pulang.
“Saya harus bekerja terus. Yang penting saya tidak minta-minta sama orang, kalau ada yang kasih uang, ya Alhamdulillah,” kata wanita yang bernama Sarni saat ditemui sejumlah media di gubuknya, Rabu (13/1/2021).
Usia Sarni saat ini telah mencapai 52 tahun, dan tinggal dalam gubuk yang reyot seorang diri di Kelurahan Bukit Wolio Indah.
Setiap hari, Sarni harus keluar untuk mencari barang bekas di tempat sampah dan dikumpulkan di sekitar gubuk yang ia numpang dari orang lain.
Ia mengumpulkan barang bekas selama dua bulan dan kemudian ia timbang dan pengumpul. Rata-rata ia memperoleh sekitar Rp 700 ribu dari hasil timbangannya.
“Saya bawa (plastik) untuk ditimbang di putri. Tidak juga setiap hari tapi hampir dua bulan. Uangnya cukup atau tidak cukup (kebutuhan sehari-harinya),” ujarnya.
Sarni mengaku ia mempunyai dua orang anak yang saat ini telah menikah dan tinggal di kota Ambon.
“Saya tidak mau merepotkan anak saya. Saya biar sendiri, yang penting jangan minta-minta sakit,” ucap Sarni.
Selama hidup sendiri, Sarni mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah kota baubau saat ini. Ia hanya mendapatkan bantuan covid berupa beras dari ketua RTnya.
“Saya pernah diberitahu pak RT, namaku sudah ada di dinas namun saat saya pergi, ternyata orang lain, bukan saya. Saya kecewa, saya tidak pernah mendapatkan bantuan,” ungkapnya.
Walaupun demikian, Sarni tetap tabah dan terus berusaha bergerak mencari bekas di tempat sampah.
Ia mengaku saat ini sudah tidak ada motivasi, dan hanya tinggal menunggu ajal kematiannya saja.
“Saya sudah tidak ada motivasi lagi. Saya tinggal mau tunggu mati saja. Tapi saya tetap terus bergerak supaya tidak sakit-sakit,” kata Sarni.











