BUTON,FAKTASULTRA.ID – Bangun kerjasama dan sinergitas dalam meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan Guru, PGRI Buton menggelar silaturahim dan audiens dengan Pemerintah daerah. Rabu (13/01).
Silaturahim dan Audiens antara Pemkab Buton dan PGRI Buton dihadiri Bupati Buton Drs La Bakry M.Si, Wabup Buton Iis Elianti, Sekda Buton Ir Laode Zilfar Djafar M.Si, Ketua PGRI La Nesa, dan anggota PGRI Buton, acara digelar di aula kantor Bupati Buton.
Ketika menyampaikan sambutannya Bupati Buton mengatakan indeks pembangunan manusia (IPM) di Buton 62 sementara nasional IPM 70 ini menjadi tantangan agar harus bisa mengejar meskipun bukan hanya bidang pendidikan ada juga bidang kesehatan dan lainnya.
“Melalui P3K pemerintah pusat memberikan jatah 500 untuk tenaga guru,”katanya.
Kata dia guru itu memberi kontribusi
untuk meningkatkan mutu pendidikan di Buton, namun diakuinya dengan keterbatasan pemerintah daerah guru belum mendapatkan kesejahteraan seperti yang diharapkan.
Untuk itu kata dia lagi, anggota PGRI harus proaktif dalam menyampaikan segala kebutuhannya sehingga Pemerintah dapat menganggarkannya saat penetapan APBD Buton.
Dia menyampaikan kondisi sekolah di Buton sampai hari ini data dari Dinas Pendidikan hanya 7 sekolah standar di tingkat SMP dan 7 sekolah standar di SD tapi belum cek apakah betul-betul sudah sesuai dengan standar pendidikan yang disebut dengan standar.
Untuk itu PGRI sebagai Mitra diharapkan dapat mencerdaskan anak bangsa dan itu tergantung dari kualitas tenaga pendidik di Kabupaten Buton, Kebijakan untuk mengangkat PNS guru tidak ada sama di Pemda, tapi dengan penerimaan 500 guru melalui jalur P3K diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Buton.
“Di dalam Konstitusi undang-undang, mencerdaskan kehidupan bangsa bagaimana caranya melalui Guru meskipun tidak sepenuhnya diserahkan ke guru, yang kita lakukan supaya agar sekolah terisi maka melalui anak-anak di desa jika sudah sarjana, punya ilmu dapat transfer ilmu di sekolah paling tidak untuk amal jariyah dengan ilmu yang bermanfaat,”pungkasnya.
Sementara itu Ketua PGRI La Nesa mengatakan Program pemerintah daerah dengan program PGRI itu akan jalan sama-sama, PGRI tidak akan melawan Pemerintah.
“Apa yang kurang Di PGRI kami di kritisi berikan masukan kalaupun ada juga yang kurang atau ada yang sedikit tersumbat antara guru dengan pemda kita akan bangun komunikasi persuasif yang humanis artinya tidak perlu guru itu ribut kesana-kemari,”ujarnya.
Kata dia yang menjadi tantangan PGRI saat ini bagaimana meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru di Kabupaten Buton sehingga pada dasarnya dengan kegiatan ini diharapkan akan sejalan atau Sinergi antara program-program PGRI dengan program yang dijalankan oleh Pemerintah Daerah.
Dia berharap selama lima tahun ke depan PGRI ini di bawah kepemimpinannya akan bersama-sama dengan pemerintah daerah tidak akan lari atau bersebrangan karena organisasinya adalah organisasi profesi bukan organisasi politik.
“KAmi akan menjalankan organisasi ini secara profesional sesuai dengan tupoksinya tidak akan keluar dari rel yang dianjurkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi,”tuturnya lagi.
Dialog antara perwakilan pengurus PGRI buton dengan pihak Pemerintah Daerah menjadi catatan dan masukan-masukan tersendiri untuk kemajuan PGRI dan dunia Pendidikan di Buton.











