Memberitakan Dengan Fakta
BUTON  

Dikira Raib Ternyata Uang Bantuan PIP SD 45 Buton Sudah Diambil

Dikira Raib Ternyata Uang Bantuan PIP SD 45 Buton Sudah Diambil

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Teka teki dugaan raibnya uang bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) SD Negeri 45 Buton akhirnya terjawab, bantuan tersebut rupanya sudah diambil namun secara bertahap.

Untuk menjawab persoalan tersebut Kepala Sekolah SD 45 Buton memanggil semua orang tua siswa yang mendapatkan bantuan dan dukumpulkan di SD 45 Buton di Saragi Kecamatan Pasarwajo, Buton, selasa (05/01/2021).

Kepala Sekolah SD 45 Buton Alimudin S.Pd MA mengatakan pasca berkonsultasi dengan pihak Bank dalam hal ini BRI maka ditemukan titik terang, setelah dikeluarkan bukti-bukti penarikan senilai nominal yang ada di buku rekening namun nominal itu akumulasi dari semua bantuan yang pernah didapatkan para siswa.

“Pihak bank mencetak di buku rekening senilai rp 1.200.000 ataupun Rp 1.500.000 namun itu akumulasi dari semua bantuan yang pernah diterima para siswa,”terangnya.

Dijelaskanya bantuan yang diterima para siswa SD 45 Buton sejak tahun 2015 sebesar Rp 450.000, ditahun 2016 Rp 450.000, tahun 2017 Rp 450.000, tahun 2018 Rp 450.000, tahun 2019 tidak ada bantuan nanti ditahun 2020 lanjut lagi namun hanya beberapa siswa saja yang mendapatkan bantuan karena corona.

Lebih lanjut dia menjelaskan yang tercetak di dalam rekening akumulasi dari bantuan tahun 2015, 2016, 2017 dan sisanya diterima melalui ATM.

“Jadi kalau menerima Rp 1.500.000 atau Rp 1.250.000 betul tidak pernah diberikan, tapi yang tercetak gabungan dari semua bantuan yang telah diberikan sejak tahun 2015 hingga 2018 di SD 45 Buton ini,”terangnya.

Dia juga mengatakan siswa SD 45 Buton sekolah yang paling banyak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui program PIP yang diberikan setiap tahun kecuali tahun 2019 dan bukunya baru saja diberikan saat pengambilan rapor tahun 2020.

Selama ini bantuan diberikan sekolah melalui penyaluran langsung ataupun ditarik melalui ATM dan buku rekening itu baru saja dibagikan sehingga saat memberikan buku rekening para guru menyampaikan agar dicek namun saat di cek di Bank yang tercetak di dalam buku rekening nominal bantuan dari tahun 2015 hingga 2020 tapi digabung seluruhnya.

“Uang bantuan itu yang pernah di dapatkan para siswa tapi sudah diambil tiap tahunnya, bank yang mencetak bukan pertahun, karena bantuan ini dari tahun 2015 dan bukunya baru diberikan tahun 2020 sehingga yang dicetak total jumlah bantuan selama ini,”ujarnya.

Sebelumnya Kepala Cabang BRI Pasarwajo Ahmad Jufrin menuturkan soal jumlah yang tercetak didalam buku rekening diakuinya akumasi dari bantuan yang selama ini didapatkan para siswa.

“Ini buku baru diterbitkan BRI, kalau uangnya sudah lama memang biasanya akan terakumulasi secara keseluruhan saat dicetak,”terangnya.

Orang tua siswa Wa Ani menyampaikan permintaan maafnya atas kesalahpahamannya, pasalnya dia tidak mengetahui jika jumlah yang tercetak di buku rekening adalah uang bantuan dari tahun 2015.

“Kami atas nama orang tua siswa memohon maaf atas kesalapahaman ini,”katanya.

Dia mengakui selama sekolah dua anaknya mendapatkan bantuan dari tahun 2015 sebesar Rp 450.000, bantuannya di terima melalui guru dan terakhir melalui ATM yang ditariknya sendiri.

Hal senada juga dikatakan mama Devi menuturkan permohonan maafnya atas kesalahpahamannya selama ini dan tidak mengetahui jika jumlah tersebut bantuan yang selama ini diperolehnya.”Memang selama ini saya dapat bantuan Rp 450 pertahun hingga yang terakhir ditarik melalui ATM,”ujarnya.

Dia juga mengucapkan terimakasihnya kepada kepala sekolah yang telah mengupayakan agar siswa menerima bantuan sehingga anaknya bisa fokus belajar tidak lagi bertani ataupun mengangkat air untuk membayar uang sekolah.

Tinggalkan Balasan