BUTON,FAKTASULTRA.ID – Bupati Buton Drs La Bakry M.Si bersama Tokoh Budaya Buton Samsu Umar Abdul Samiun SH Menghadiri pesta acara syukuran ritual adat tahunan / pesta kampung Desa Waoleona Kecamatan Lasalimu, sabtu ( 26/12/2020 ).
Upacara Adat Desa Waoleona merupakan upacara adat yang dilakukan masyarakat yang dilakukan setiap tahunnya, upacara adat merupakan ungkapan rasa syukur kepada tuhan atas dilimpahkannya rezeki dari hasil pertanian yang didapat, Puncak acara yang dilaksanakan dibaruga desa Waoleona.
Turut hadir dalam upacara adat Bupati Buton drs La Bakry M.Si, Tokoh Budaya Buton Samsu Umar Abdul Samiun SH,para anggota DPRD, Asisten ,forkopimda dan camat kapontori ,camat lasalimu, para kepala desa, tokoh adat serta masyarakat.
Dalam sambutan Bupati Buton mengucapkan terimakasihnya kepada masyarakat desa Waoleona, yang telah melestarikan warisan budaya sampai sekarang masih dilaksanakan.
“Kegiatan pesta adat sejalan dengan visi dan misi sejak periode pertama Umar – Bakry,”ujarnya.
Lebih Lanjut Bupati menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Buton menjadikan Buton sebagai kawasan bisnis dan budaya terdepan.
Kata dia acara tersebut implementasi nyata visi dan misi pemerintah bahkan Pemerintah Daerah mengimplementasikannya dalam Festival Budaya Tua Buton yang terus dilaksanakan selama tujuh tahun berturut-turut dalam agenda tahunan daerah.
“Pemerintah tetap konsisten laksanakan kegiatan di bidang budaya tujuh kali berturut-turut akan tetapi tahun ini kita tidak selenggarakan festival karena pandemi jadi dana untuk festival dialokasikan untuk pandemi,”ujarnya lagi.
Kata dia kegiatan budaya yang digelar pemerintah daerah untuk tetap menjaga fan melestarikan Budaya daerah.
Sementara itu Tokoh Budaya Buton Umar Samiun mengatakan pesta adat Desa Waolena merupakan ritual yang selalu dilakukan para leluhur sejak zaman dahulu. yang disebut pesta panen atau bongka’ana tawo.
“Ini untuk mensyukuri rahmat dan nikmat Allah Taala khususnya di Desa Waoleona Kecamatan Lasalimu yang mendapat berkah dari Allah Taala,”ujarnya.
Sebagai pemerhati budaya kata dia, diketahui bahwa Kabupaten Buton adalah implementasi dari eks kabupaten buton, 72 kadie semua mempunyai ritual adat yang sama.
” Walaupun Wakatobi, Baubau, Busel, Buteng, Butur sudah terlepas dengan Buton induk tapi acara ritual adat hampir semua kadie yang ada di Buton tetap dilakukan, ritual untuk mensyukuri apa yang sudah diberikan Allah Taala,”katanya.
Dia berharap semoga ini menjadi spirit untuk semua untuk selalu menjaga dan melestarikan adat budaya daerah.











