
BUTON,FAKTASULTRA.ID – Bupati Buton Drs La Bakry M.Si membuka Konfrensi Kabupaten (Konkab) XXII PGRI tahun 2020 yang digelar di gedung serbaguna Wakaka, senin (21/12/2020).
Kata dia guru bagian dari Pemerintah yang mempunyai tanggungjawab dan kewajiban untuk mengemban misi sesuai dengan cita-cita proklamasi.
“Guru sesuai amanat UUD mencerdaskan kehidupan bangsa,”katanya.
Katanya saat ini dimasa pandemi pembelajaran dilakukan bukan dengan tatap muka ini menjadi tantangan bagi para guru, bagaimana mengarahkan anak didik agar mampu menyesuaikan dengan kondisi terkini.
“Saya sudah membangun komitmen dengan Japarin akan disuplay dan dipasangi internet gratis di sekolah, guru-guru harus siap menyesuaikan ini,”katanya.
Dia juga menyayangkan kondisi Buton yang sangat kekurangan guru saat ini.” Saya sangat prihatin dengan kekurangan tenaga guru, pemerintah daerah tidak diberi ruang undang-undang untuk merekrut guru sendiri,”katanya lagi.
Dia juga menyebut dari 150 sekolah SD dan SMP baru 15 yang standar dari segi infrastrukturnya, belum lagi kualitasnya, ini jadi tugas pemerintah saat ini.
Kata dia secara bertahap harus disiapkan kelengkapan SDM, saat ini pemerintah akan merekrut 500 tenaga guru melalui P3K sehingga dengan apa yang dimiliki nantinya semua All out memberikan yang terbaik bagi pendidikan di daerah.
Yang mewakiki Ketua PGRI Sultra, Jafar S.Pd M.Kom mengatakan konfrensi kabupaten merupakan agenda nasional yang harus selesia di bulan desember, konfrensi di gelar di 17 kabupaten/kota di Sultra.
“Visi PGRI menjadikan PGRI sebagai mitra pemerintah dalam membangun pendidikan di Indonesia,”ujarnya.
Sekarang PGRI tidak lagi berkoar-koar dijalanan namun membangun komitmen strategis dengan pemerintah, tugas PGRI membantu pemerintah bagaimana pendidikan bisa maju.
“Dulu kita tidak pernah terpikirkan akan belajar di rumah, pada akhirnya terjadi sekarang, kualitas guru Indonesia menjadi tanggungjawab kita bersama,”ujarnya.
Dia menegaskan guru kualitasnya harus terjamin agar kualitas anak didik juga bermutu caranya guru juga harus meningkatkan kualitasnya.
“Kami di Provinsi bermitra dengan Pemprov dan tahun ini telah dibantu Gubernur,”ujarnya.
Dia berharap para guru bisa berdaya saing dan berkualitas untuk meningkatkan kualitas anak didiknya.
Sekretaris PGRI Buton La Nadzi mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bupati, Wabup, Kadis Pendidikan yang memberikan spirit bagi insan guru/PGRI agar meningkatkan kualitas sehingga pembangunan dapat ditingkatkan.
Kata dia saat ini kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka merubah cara mengajar baik secara daring maupun diluar jaringan.
“Perubahan yang semakin cepat, ini menjadi tantangan para guru,”ujarnya.
Untuk itu lanjut dia melalui PGRI diharapkan permasalahan yang terjadi saat ini dapat diselesiakan mengingat perubahan yang semakin cepat saat ini.
Dia juga mengatakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Buton menggelar Konkab XXII tahun 2020 sekaligus pemilihan Ketua PGRI Buton.
Untuk pemilihan ketua PGRI lanjut dia akan diikuti 135 pemilik suara dan calon ketua diusulkan dari tujuh PC kecamatan, dan dua PC. “Total suara 135 suara,”ujarnya.
Kata dia pemilik satu hak suara mewakili 20 guru tercatat saat ini yang tergabung di PGRI sebanyak 2457 anggota.











