BAUBAU, FAKTASULTRA.ID – Pemda Kota Baubau terus menggenjot penilaian untuk menuju kota sehat wisatara atau tahap mandiri di tahun 2021 dengan meningkatkan kampung tematik.
Kampung Tematik merupakan salah satu inovasi Pemerintah Kota untuk mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan dasar utamanya pada peningkatan kualitas lingkungan rumah tinggal warga miskin dan prasarana dasar permukiman.
“Setiap satu Rukun Warga (RW) dalam satu kelurahan minimal menggagas kampung inovatif misalnya kampung Warna-Warni, Kampung Smart, atau Kampung Bebas dari Narkoba,” kata Ketua Tim Akselerasi Baubau Sehat Dahrul Dahlan
Kampung tematik merupakan titik sasaran dari sebagian wilayah yang melakukan perbaikan dengan memperhatikan beberapa hal, diantaranya mengubah kampung kumuh menjadi tidak kumuh, peningkatan penghijauan wilayah, pelibatan masyarakat secara aktif, perbaikan kondisi lingkungan menjadi lebih baik dan mengangkat potensi sosial serta ekonomi masyarakat pada wilayah tersebut.
“Kalau kita harus bangun satu kelurahan satu kampung tematik berarti bisa ditargetkan 43 kampung tematik berbeda-berbeda yang bisa menjadi contoh di masyarakat,”ujarnya.
Dahrul menambahkan, kampung tematik nantinya akan menjadi wadah pemberdayaan masyarakat baik sosial, ekonomi, dan budaya bahkan bisa menjadi pilot project tingkat Provinsi bahkan Nasional.
“Kita berharap, pihak kelurahan memaksimalkan potensi wilayahnya dalam mengadvokasi masyarakat, sebab masyarakat menjadi ujung tombak dalam mewujudkan pembangunan Kampung Tematik,” ucap Dahrul.
Sejauh ini di Baubau sudah ada beberapa kampung tematik, seperti kampung bunga di Kecamatan Sorawolio, Kampung Warna-Warni di Kecamatan Betoambari, dan kampung KB di Kecamatan Lea-Lea.











