Memberitakan Dengan Fakta
BUTON  

PMD Buton Gelar Lokakarya PAAP Desa Pesisir di Kecamatan Siotapina

PMD Buton Gelar Lokakarya PAAP Desa Pesisir di Kecamatan Siotapina
PMD Buton Gelar Lokakarya PAAP Desa Pesisir di Kecamatan Siotapina
Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buton Drs Murtaba Muru MA

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara (Sultra) sepakat untuk memberdayakan masyarakat pesisir pada empat desa di Buton melalui program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP).

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Buton, bersama Rare, menggelar Lokakarya Optimalisasi Penggunaan Dana Desa untuk Peningkatan Kesejahteraan Desa Pesisir dan Kelestarian Sumber Daya Laut, beberapa waktu lalu.

Kepala PMD Buton Drs Murtaba Muru MA mengatakan lokakarya ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pihak mengenai penggunaan dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa pesisir dan pelestarian sumber daya laut.

Untuk itu lanjut dia kegiatan yang digelar dalam acara lokakarya Integrasi Kegiatan Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Karya Jaya, Kumbewaha, Manuru dan Kuraa, Kecamatan Siotapina, Buton, Tahun 2021 digelar di Balai Pertemuan Desa Kumbewaha.

Dia menjelaskan program PAAP adalah konsep baru yang sangat tepat bagi masyarakat pesisir. Bukan hanya bagaimana mengoptimalkan sumber daya perikanan tetapi untuk jangka panjang dapat meningkatkan perekonomian.

“Masyarakat pesisir, yakni para nelayan lokal akan diedukasi dan didampingi, agar mengelola dan merawat kawasan laut sebagai sumber pencaharian utama. Bahkan lebih dari itu adalah bagaimana menjaga kelestarian laut,” kata Murtaba ketika ditemui senin(14/09/2020).

Dia menyebutkan ada empat desa di Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton yang ditunjuk diantaranya Desa Karya Jaya, Kumbewaha, Manuru dan Kuraa, yang dimasukkan dalam program PAAP.

Dia optimis jika difasilitasi dengan tepat, masyarakat di empat desa pesisir tersebut akan mampu menyuarakan aspirasinya dengan baik dan memudahkan pengakomodasiannya ke dalam RKPDes.  

Ia juga mengapresiasi Program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia melalui Pemprov Sulawesi Tenggara, 11 (sebelas) Pemerintah Kabupaten di Sultra, termasuk Buton dengan Rare Indonesia.

Munurutnya, melalui Program PAAP, desa-desa pesisir di Kecamatan Siotapina, Buton dapat dijadikan percontohan dalam proses pengintegrasian kegiatan-kegiatan berbasis kelautan dan perikanan ke dalam dokumen perencanaan desa yang dapat dibiayai Dana Desa.

Sementara itu Kepala Seksi Pengembangan Kawasan Budidaya. Dinas Perikanan Kab. Buton, La Ila, S.Pi., M.Si. mengatakan Lokakarya ini sangat dibutuhkan karena kegiatan-kegiatan PAAP didasarkan pada potensi  sumber daya kelautan dan perikanan serta kebutuhan khusus desa pesisir.

“Program PAAP untuk menjaga keutuhan habitat ikan dan ekosistem laut, memastikan kegiatan penangkapan ikan dilakukan secara ramah lingkungan, meningkatkan nilai tambah ikan dan produk ikan, dan memperbaiki manajemen keuangan rumah tangga perikanan sehingga sudah saatnya untuk diusulkan ke dalam RKPDes”, ujar La Ila.

Camat Siotapina, La Rahadi, S.Pd. mengatakan Lokakarya ini membantu penjaringan aspirasi kegiatan-kegiatan berbasis kelautan dan perikanan masyarakat desa pesisir menuju finalisasi penetapan RKPDes-RKPDes desa-desa lingkup Kecamatan Siotapina yang direncakanan sudah harus selesai pada minggu ke-3 bulan September 2020.

Agenda utama Lokakarya berisi diskusi kelompok yang diikuti oleh para cikal-bakal pengurus dan anggota Kelompok PAAP yang terdiri dari perwakilan nelayan, perwakilan pengolah ikan, dan perwakilan pembeli ikan dari masing-masing Desa Karya Jaya, Kumbewaha, Manuru dan Kuraa.

Selain itu, keterwakilan perempuan juga hadir dalam acara para Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa lingkup Kecamatan Siotapina.

Tinggalkan Balasan