Memberitakan Dengan Fakta

Dinilai Lalai, Dinas Kesehatan Di Demo

Dinilai Lalai, Dinas Kesehatan Di Demo
Dinilai Lalai, Dinas Kesehatan Di Demo
Pemuda Penyalur Aspirasi Masyarakat melakukan demonstrasi di Dinkes Buton, senin(29/06/2020)

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Kinerja Dinas Kesehatan Buton dinilai lalai dalam menangani pandemi corona di Buton pasalnya ada 27 nakes yang terpapar secara serentak.

Massa dari Pemuda Penyalur aspirasi masyarakat kabupaten Buton turun kejalan melakukan aksi demonstrasi, dikantor dinkes Buton, senin(29/06/2020).

Juhardin salah satu Korlap aksi mengatakan miris ditengah pandemi saat ini justru banyak tenaga kesehatan yang terpapar virus korona padahal seharusnya menjadi garda terdepan dalam menangani korona.

“Ada 27 nakes yang terpapar, ini didapatkan dari mana,”tanyanya.

Kata dia apakah tidak ada Alat Pelindung Diri (APD) untuk nakes sehingga malah nakes sendiri yang terpapar, berapa anggaran yang disiapkan daerah.

Bahkan lebih miris lagi tempat untuk karantina tidak layak artinya pemerintah tidak serius dalam menangani.

Sementara itu Korlap aksi lainnya La Ovan Momi mengatakan apakah daerah tidak menganggarkan APD untuk nakes hingga terpapar virus yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai

“Apakah tidak dianggarkan APD untuk para nakes,”kata dia lagi

27 nakes terpapar menimbulkan keresahan bagi masyarakat pasalnya pelayanan ikut tersendatnya pelayanan kesehatan di Kabupaten Buton, ini akibat Dinas Kesehatan lalai.

“Jangan bermain-main dengan virus corona,”
Beberapa hari lalu ada permintaan donasi ke masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian pasien covid, apakah tidak ada anggaran dari daerah.

Jangan sampai ada transaksi yang mengatasnamakan covid, masyarakat diminta jaga jarak, pakai masker dan rajin cuci tangan, Jangan sampai ASN di SKPD sudah terjangkit virus.

Korlap lainnya Leos David menyampaikan tindakan yang dilakukan dinas kesehatan tidak melakukan terobosan dalam melakukan pencegahan covid-19.

“Pimpinan Dinkes yang masih seorang Plt dan tidak layak memimpin seharusnya bekerja secara maksimal dalam menangani pandemi saat ini, harusnya Plt Kadis segera diganti,”katanya.

Kata dia penanganan covid butuh keseriusan dari pemerintah daerah malah dinas terkait dalam hal ini dinas kesehatan tidak membuat terobosan, tindakan dari kadis tidak ada.

Ahmad Karey juga mengatakan terpaparnya nakes berbuntut pada penutupan RSUD padahal RSUD tempat mendasar untuk melayani masyarakat bagi masyarakat yang sakit tapi kenapa harus ditutup hanya karena 27 nakes terpapar.

“Kenapa rumah sakit yang ditutup jika tidak semua nakesnya corona, ini sebuah kejahatan,”ujarnya.

Aziz diy mengatakan bukan hanya dinas kesehatan tapi penanganan secara keseluruhan baik Dana jaring sosial, dana kesehatan dan pemberdayaan.”Kapan bantuan Ojek dan sopir tersalur padahal masyarakat sudah dijanjikan,”katanya.

Dinas Kesehatan ini tidak mampu bekerja secara maksimal padahal anggarannya cukup besar saat digeser dimana kinerja instansi terkait kepada bupati Buton harus memperjelas penangan covid.

“Kami menduga ini konspirasi, anggaran yang banyak malah untuk nakes dimintakan donasi , BPBD, Dinsos, Dinkes harus transparan soal anggaran,”katanya lagi.

Massa ditemui Sekda Buton Laode Zilfar Djafar mengatakan dana yang disiapkan daerah untuk penanaganan corona dimasukan dalam anggaran biaya tak terduga (BTT).

Penggunaannya untuk biaya pencegahan di perbatasan, kedua biaya penanganan untuk perawatan pasien dan biaya untuk dampak sosial yang saat ini sudah diberikan kepada warga.

Bantuan yang ada baik dari Kementrian Pusat maupun Provinsi sudah disalurkan. kecuali bantuan Pemberdayaan ekonomi belum disalurkan karena Buton belum PSPB.” tadinya kita sudah antisipasi ini,”katanya lagi.

Khusus untuk covid ini lanjut dia tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri tetapi ditangani bersama termaksud penderita covid. “Pasien ini wajib kita karantina untuk menghindari penyebaran,”kata Sekda.

Dia juga mengatakan pemerintah daerah telah melakukan langkah pencegahan bahkan di RSUD yang pertama kali, dan untuk pencegahan melibatkan TNI, polri, .”Tapi ini perlu kejujuran dari semua,”katanya.

Terkait open donasi, semua daerah membuka open donasi bukan hanya diButon.

Wakapolres Buton Kompol La Umuri mengatakan tim gugus sudah melakukan langkah-langkah antisipasi baik sosialisasi ditempat umum hingga langkah lainnya untuk penanganan covid ini.

“Penanganan covid hari ini butuh kejujuran dari kita semua,”katanya.

Hadir saat pertemuan Plt Kadis Kesehatan H. Djufri mengatakan menerima masukan dan saran dari para pendemo namun perlu diketahui untuk bekerja perlu SK tugas yang diberikan Bupati.

“Dalam SK saya ditempatkan di humas, Bukan saya curhat cuma saya ingin sampaikan, walau dihumas tapi karena bagian tugas dari Dinkes maka saya ambil tugas saya,”katanya.

Terkait penularan 27 nakes Dinas Kesehatan juga sudah melakukan uji ulang untuk memastikan kesehatannya.

Hadir saat pertemuan dengan massa, Asisten 1 Setda Buton Alimani, Kasat Pol PP Juriadin, Wakapolres Buton, Kapolsek Pasarwajo memantau langsung jalannya aksi.

Tinggalkan Balasan