
BUTON,FAKTASULTRA.ID – Jumlah lokus Desa/kelurahan stunting di Kabupaten Buton tahun 2020 ini bertambah sebanyak 22 desa hal ini dikatakan Kepala BKKBN Buton Drs La Aeta.
“Tahun 2019 hanya 10 lokus desa stunting di Buton tapi tahun ini bertambah menjadi 22 desa,” bebernya.
Dia merinci jumlah anak penderita stunting ditemukan bertambah di desa sebelumnya hanya 10 desa kini bertambah 12 desa sehingga total 22 desa saat ini.
Dijelaskannya sebaran lokus stunting pada lima kecamatan yakni Pasarwajo, Kapontori, Lasalimu Selatan, Lasalimu juga Siotapina, Di Kecamatan Pasarwajo dua desa, Siotapina 6 desa, Lasalimu 6 desa, Kspontori 7 desa dan Lasalimu Selatan 2 desa.
Penentuan lokus tambahan desa/kelurahan stunting didasarkan melalui rangking tertinggi jumlah balita stuntingnya melebihi rata-rata kabupaten.
Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Menurut UNICEF, stunting terjadi pada anak-anak usia 0 sampai 59 bulan dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO.
Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak. Bedasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, sekitar 37,2 persen anak Indonesia di bawah usia 5 tahun mengalami stunting. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Kekurangan gizi pada masa janin dan usia dini akan berdampak pada perkembangan otak, rendahnya kemampuan kognitif yang akan mempengaruhi prestasi sekolah dan keberhasilan pendidikan. Dalam jangka panjang, kekurangan gizi pada awal kehidupan akan menurunkan produktivitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan kesenjangan di masyarakat.
Sebelumnya Kepala Bappeda Buton Ahmad Mulia menyarankan agar penanganan stunting di Buton dengan menerapkan tradisi Budaya Buton warisan leluhur.
“Tradisi Buton sejak anak 0-5 tahun anak sudah diberikan imun alami hal ini dapat mencegah stunting,”katanya.
Namun untuk penanganan stunting akan melibatkan seluruh OPD yang ada di Kabupaten Buton.











