Memberitakan Dengan Fakta

Pererat Silaturahim Gunung Jaya dan Sampuabalo Kapolres Gelar Coffe Morning

Pererat Silaturahim Gunung Jaya dan Sampuabalo Kapolres Gelar Coffe Morning
Pererat Silaturahim Gunung Jaya dan Sampuabalo Kapolres Gelar Coffe Morning
tokoh pemuda Gunung Jaya dan Sampuabalo saling berangkulan saat Coffe morning di Polres Buton, jumat (6/12).

Pasarwajo,inilahsultra.com – Pasca konflik di Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo, Kecamatan Siotapian, Kabupaten Buton, Polres Buton beberapa waktu lalu Kapolres Butom AKBP Agung Ramos P Sinaga menggelar Coffee Morning bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Buton dan unsur Forkopimda lainnya di Aula Endra Dharmalaksa, Jum’at (6/12).

Tema yang diusung kegiatan itu “Damai Itu Indah” tampil sebagai narasumber Bupati Buton, Drs La Bakry MSi, Ketua DPRD Kabupaten Buton, Hariasi Salad SH, Kepala Kejaksaan Negeri Buton Buton diwakili Kasi Pidum, Hamrullah, Perwakilan Pengadilan Negeri Pasarwajo dan Perwakilan Dandim 1413/Buton.

” Coffe morning ini untuk mempererat silaturrahmi diantara Gunung Jaya dan Sampuabalo,”kata Kapolres Buton, AKBP Ramos Paretongan Sinaga,

Ia mengatakan dalam menangani kasus yang terjadi di Desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo ada beberapa hal yang harus dilakukan yakni rehabilitasi, rekonstrukis dan rekonsiliasi.

“Coffee Morning merupakan salah satu bentuk rekonsiliasi, sebelumnya juga sudah pernah dilakukan oleh Pemda Buton, Kepolisian maupun TNI,”katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kepolisian dalam mendekatkan diri dan meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibas) di Kabupaten Buton, khsusunya untuk masyarakat Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo.

“Selain kegiatan seperti ini, Polisi juga sudah lakukan silaturahmi di dua desa. Upaya yang kita lakukan yaitu pengobatan gratis di dua desa. Kita juga tetap dalam hal pengamanan masih ada anggota di pos perbatasan antara Gunung Jaya dan Sampuabalo, termasuk Brimob berjaga di sekitar daerah tersebut,” katanya, Jumat (6/12).

Ia berharap kepada semua pihak agar bersama-sama menjadi motor perdamaian di bumi penghasil aspal terbesar di Indonesia ini. “Harus kita sadari betul bahwa damai itu indah, tidak ada pihak manapun kita inginkan hal ini terjadi. Meski masih ada kekuranagn, tapi kita semua harus jadi pendingin untuk hal-hal yang seperti ini,” harapnya.

Sementara itu, Danrem 1413/Buton melalui Plh Kasdim, Mayor Inf Gidion Skoda, menuturkan pihaknya sejauh ini terus melakukan penjagaan bersama pihak Kepolisian. Bahkan kata dia, dari pihak TNI mengusulkan pembuatan Posko terpadu untuk dibangun di perbatasan Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo.

“Untuk Pospam ini, kita sudah meminta sebidang tanah, dan kami akan koordinasi dengan Pemda mengenai rencana anggarannya, supaya secepat mungkin akan dibangun,” ujarnya.

Masih ditempat yang sama, Bupati Buton, La Bakry, menyampaikan bahwa sejauh ini Pemda sudah menyalurkan sejumlah bantuan sosial terhadap masyarakat di dua desa tersebut. Tak hanya itu kata dia, pihaknya juga mengupayakan agar melalui acara Pesta Adat Takimpo-Kambulambulana pada 11 Desember 2019 akan dilangsungkan dengan Rekonsiliasi antar dua desa bersama dengan Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi.

“Banyak langkah yang sudah dan akan kita lakukan, hanya butuh kesabaran saja,” ucapnya.

Ketua DPRD Buton, Hariasi Salad mengatakan mengenai pemulihan pasca konflik di Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo, pada prinsipnya secara kelembagaan akan terus mendorong program Pemda Buton. “Bicara soal program, secara kelembagaan DPRD mendukung program Pemda,” ujar Politisi Golkar Ini.

Diwaktu yang sama juga, Ketua MUI Kabupaten Buton, Drs. La Jawi mengatakan, bahwa konflik merupakan hal yang selalu akan menghampiri manusia, namun hal itu bisa dihindari dengan selalu melakukan silaturahmi.

“Kami dari MUI berharap kejadian tersebut merupakan awal sekaligus akhir dari peristiwa di Buton nantinya,” harapnya.

Diakhir acara perwakilan tokoh pemuda Sampoabalo dan Gunung Jaya berpelukan dihadapan para tamu undangan.

Tinggalkan Balasan