Memberitakan Dengan Fakta

Beberapa Ruang Pelayanan Umum RSUD Buton Tutup

Beberapa Ruang Pelayanan Umum RSUD Buton Tutup
Beberapa Ruang Pelayanan Umum RSUD Buton Tutup
Direktur RSUD Buton dr Ramli Code dan Kabid Pengendalian Penyakit, Waode Kiana Fardiah, Anngota TNI saat mendampingi Jubir satgas covid -19 Buton dr Hayun saat merilis perkembangan Covid-19 di Buton.

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Buntut dari satu nakes tekonfirmasi positif corona, dan hasil rapit tes sejumlah nakes reaktif, saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton bakal menutup sementara beberapa ruang pelayanan umum.

“Selaku pimpinan dari RSUD Buton menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas akan ditutupnya ruang pelayanan kebidanan, poli THT dan kamar operasi dalam beberapa hari kedepan
Direktur RSUD Buton,” ujar dr. Ramli Code saat pres rilis perkembangan Covid-19 di Kabupaten Buton kepada sejumlah awak media, Kamis (11/6/2020).

Kata dia sebagai pimpinan RSUD sangat sedih, yang kami takutkan selama ini terjadi, ada petugas kesehatan yang terkonfirmasi hasil swab positif covid-19 dan delapan nakes lainnya hasil rapit tesnya reaktif dan harus melakukan karantina.

Ia mengatakan ada delapan orang tenaga medis terdiri dari dua orang petugas dari poliklinik THT, 2 petugas Unit Gawat Darurat (UGD) dan empat orang dari kebidanan. Dengan adanya pasien positif dan reaktif rapid test ini menyebabkan tenaga medis menjadi kurang.

“Dampak dari reaktif dan pasien positif yang telah terkonfirmasi hari inilah sangat mengganggu pelayanan sehingga kami memutuskan poli THT dan pelayanan kebidanan termaksud kamar operasi kami tutup dalam beberapa hari kedepan,” katanya.

Kamar operasi ditutup karena yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 ini telah melakukan kontak erat dengan hampir semua petugas kebidanan dan petugas di kamar operasi.

“Kerena diduga kuat dia dapat dari pasien 01 yang pada saat itu belum masuk di kamar isolasi sehingga petugas kesehatan kami yang terkonfirmasi ini kontak erat dengan petugas kebidanan dan petugas kamar isolasi,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi dengan ditutupnya sejumlah ruang pelayanan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar memaksimalkan Puskesmas untuk pasien kebidanan dan untuk pasien operasi dirujuk ke RSUD Kota Baubau.

Ia menambahkan setelah ini pihaknya secepatnya melakukan evaluasi terhadap para tenaga medis, jika dalam proses evaluasi nantinya sejumlah ruang pelayanan itu dinyatakan bisa dibuka kembali maka dalam waktu dekat ini akan disampaikan kembali kepada masyarakat.

“Ini demi menjaga semua tenaga kesehatan yang ada, menjaga semua tenaga medis jangan sampai hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi, terpapar semua,” ucapnya.

Menanggapi kekurangan tenaga medis di RSUD Buton, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Buton, Waode Kiana Fardiah mengatakan pihaknya secepatnya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak lainnya seperti Puskesmas untuk bisa memenuhi ketersediaan tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19.

“Kalau seperti Puskesmas sebenarnya kami juga terbatas, olehnya itu kami akan berkoordinasi kembali dengan pihak-pihak lainnya untuk bisa memenuhi ketersediaan tenaga medis RSUD Buton dalam penanganan Covid-19,” ujarnya.

Ia menambahkan untuk dapat meminimalisir pasien Covid-19 di Kabupaten Buton pihaknya akan mengupayakan penulusuran terhadap masyarakat yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19.

“Kami akan mengupayakan penulusuran kontak karena itu yang bisa memutuskan rantai penyebaran Covid-19, jadi secepat mungkin kita temukan sehingga secepat mungkin juga kita bisa lakukan screening lewat Swab,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan