Memberitakan Dengan Fakta

Bhabinkamtibmas Desa Banabungi Gandeng Warga Kembangkan Budidaya Ikan Air Asin

Bhabinkamtibmas Desa Banabungi Gandeng Warga Kembangkan Budidaya Ikan Air Asin
Bhabinkamtibmas Desa Banabungi Gandeng Warga Kembangkan Budidaya Ikan Air Asin
Bhabinkamtibmas Desa Banabungi Briptu Aswin kembangkan budidaya keramba ikan air asin

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Bhabinkamtibmas Desa banabungi Briptu Aswin mengandeng warga Desa Binaannya di Banabungi Kecamatan Pasarwajo melaksanakan program pengembangan Budidaya keramba ikan air asin.

Ide budidaya keramba ikan tawar ini merupakan inisiatifnya saat pandemi corona, sehingga mengajak beberapa warga untuk bersama sama mengembangkan budidaya keramba ikan dilaut.

“Saat pandemi corona ini saya berinisiatif mengembangkan Budidaya keramba ikan bersama beberapa warga desa di Banabungi,” Ujarnya Briptu Aswin,minggu(31/05/2020).

Dia mengatakan sudah tiga bulan melakukan pengembangan budidaya ikan di sekitaran pantai Banabungi dan jika pakannya baik maka masa panen paling tidak delapan bulan kedepan.

“Ini juga salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan dengan memberikan tambahan pendapatan dan kesejahteraan apalagi Banabungi merupakan daerah pantai,”ujar dia lagi.

Letak wilayah Kel. Pasarwajo yang strategis karena berada di dalam teluk serta ekosistem lautnya yang masih terjaga membuat Kecamatan Pasarwajo mempunyai potensi hasil laut yang begitu menjanjikan.

Kata dia semenjak merebaknya wabah Covid-19 serta diberlakukannya Social Distancing dan Physical Distancing oleh pemerintah, pengaruhnya sangat dirasakan oleh masyarakat Kel. Pasarwajo. Hal ini disebabkan harga ikan yang mahal dikarenakan banyak nelayan yang tidak turun melaut.

“Dengan Pemeliharaan ikan air asin ini diharapkan kedepan dapat membantu warga,” bebernya.

Pemeliharaan ikan dilakukan dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) yang terbuat dari bahan High Density Polyethylene (HDPE) Aquatech.

Adapun jenis ikan yang di pelihara jenis ikan Kuwe atau masyarakat setempat biasa menyebutnya ikan Bubara, dengan jumlah bibit sekitar 10.000 ekor. Kegiatan ini sudah berjalan hampir 4 bulan yakni sejak awal Februari dan apabila pemberian pakannya terjaga maka dalam jangka waktu 8-12 bulan ikan sudah dapat di panen.

“Apabila nanti ikan tersebut sudah kami panen maka selanjutnya akan di jual kepasaran, namun yang kami prioritaskan adalah pasar tradisional yang berada di wilayah Kecamatan Pasarwajo dengan harga Rp. 100.000/ 4 ekor , setelah kebutuhan pasar dalam wilayah sudah terpenuhi baru kemudian kami akan coba pasarkan di luar wilayah seperti Kota Baubau,”katanya.

Dia berharap kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat agar lebih memanfaatkan potensi yang ada guna menunjang perekonomian daerah khususnya di wilayah Kecamatan Pasarwajo yang memiliki kekayaan laut yang melimpah.

Tinggalkan Balasan