
BUTON,FAKTASULTRA.ID – Pasien Dalam Pantauan(PDP) di Buton meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton, sabtu (30/05/2020).
Jubir satgas covid-19 Buton Dr Hayun membenarkan pasien tersebut meninggal dengan status PDP namun bukan meninggal karena positif terpapar virus corona.
“Benar PDP tapi bukan terpapar virus corona, jangan membuat stigma yang tidak benar,”katanya ketika dihubungi sabtu (30/05/2020).
Kata dia sesuai protokoler kesehatan pasien yang mengalami gejala demam dan batuk ditetapkan PDP tapi tidak berarti pasien tersebut corona dan di Buton tidak ada warga yang terpapar corona.
Diapun mengatakan sesuai protokol kesehatan semua pasien ODP PDP pemakamannya mengikuti SOP protokol kesehatan. “Karena dia PDP maka pemakamannya memang harus sesuai protokol kesehatan,”ungkapnya.
Dia juga meminta agar warga jangan memposting dan menyebarkan di medsos identitas pasien, alamat pasien bahkan rumah pasien pasalnya hal tersebut akan membuat keluarganya tambah berduka dan menambah beban psikologis keluarga.
“Kita harus saling memberikan dukungan apalagi ini PDD, yang terpapar virus coronapun harus di berikan dukungan agar bisa sembuh dan jangan membuat stigma yang menjadi beban psikologis keluarga,”beber dia.
Kata dia saat ini tersebar di Medsos pasien tersebut positif padahal hal itu tidak benar, ini sangat disayangkan jika menstigma orang PDP ini akan menimbulkan beban psikologis.
Iapun berharap agar semua warga saling memberikan dukungan jangan membuat stigma negatif bagi pasien.
Dengan mengikuti himbauan pemerintah semua warga pasti akan selamat dari virus ini namun semua masyarakat tetap harus patuh pada protokol kesehatan jaga jarak, pakai masker, sebisa mungkin tetap dirumah jangan memberi stigma negatif pada pasien OTG/PDP.
“Kita semua harus saling mendukung bukan membuat resah masyarakat,”pintanya.











