BUTON,FAKTASULTRA.ID – Bupati Buton Drs La Bakry M.Si melouncing Motor Listrik ‘Gesits’ produksi PT Wijaya Karya di Halaman Kantor Bupati Buton Selasa, (20/04/2021).
Louncing motor gesits dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hadir pula Sekda Buton La Ode Zilfar Djafar, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam kegiatan tersebut, Tampil sebagai penceramah Ustad Abdul Muis.
Di awal sambutannya, Bupati La Bakry menyampaikan selamat berpuasa kepada masyarakat Kabupaten Buton.
“Mohon maaf atas segala kekurangan, atau atas interaksi kita selama satu tahun, apabila ada yang kurang berkenan di hati kita semua, saya dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan mohon maaf yang sedalam-dalamnya,” katanya.
Bupati Buton ketika menyampaikan sambutannya mengatakan selain acara berbuka bersama kegiatanya sekaligus louncing motor listrik yang sudah menjadi program dunia, Indonesia dan di Sultra sudah di louncing Gubernur bahkan sejumlah OPD diwajibkan menggunakan motor listrik gesits.
Untuk itu lanjut dia walaupun saat ini kondisi alam di Kabupaten Buton belum polusi namun tindakan pencegahan perlu dilakukan salah satunya dengan penggunaan motor listrik. pemerintah akan mensosialisasikan karena ketika energi fosil habis maka masyarakat akan beralih menggunakan listrik.
“Ini salah satu produk anak bangsa, sesama anak bangsa kita beri dukungan dan suport,”ujarnya.
Kata dia dibandingkan dengan motor biasa yang menggunakan bensin motor listrik jauh lebih hemat sekali cas harganya Rp 1800 untuk 50 kilometer.
Dia juga menambahkan kedepan pemerintah daerah akan menganggarkan disetiap OPD untuk pengadaan motor dinas dengan motor listrik gesits.
Di tempat yang sama, Direktur PT Wijaya Karya Unifit Sandrian menyebut, motor listrik sangat nyaman digunakan juga ramah lingkungan. Sparepart-nya juga lengkap.
“Lampunya LED, jadi kalau malam lebih terang lagi,” sambung Unifit Sandrian.
Dijelaskannya, untuk bisa memiliki motor tersebut, bisa dicicil di Bank BTN, BNI dan Bank Sultra tanpa DP. Cicilan sebesar Rp 800 ribu untuk lima tahun sementara jika dibayar cas Rp 34 juta.
“Kalau motor biasa, kita bayar cicilan bank, tetap kita bayar bensin juga, jadi dua kali bayar, kalau ini (motor listrik-red) tidak usah bahkan biaya bensin selama lima tahun sama dengan harga satu motor listrik,” jelasnya.











