BUTON,FAKTASULTRA.ID – Hingga tahun 2021 panedemi covid 19 belum berakhir, Pemerintah Daerah Kabupaten Buton terus berbenah demi mengatasi pandemi.
Tidak hanya dari sisi penerapan protokol kesehatan, namun juga dilakukan intervensi lain yang efektif untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit melalui upaya vaksinasi.
Penegasan itu disampaikan Asisten Administrasi Tata Pemerintahan dan Kesra Sekda Buton Alimani S.Sos, ketika mewakili Bupati Buton pada kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid -19 bagi petugas pelayanann publik Kabupaten Buton, di Aula Kantor Bupati Buton, Takawa, Senin, 15 Maret 2021.
“Hari ini sosialisasi dan setelah ini vaksinasi harus dijalankan di semua level khususnya pelayan publik dan termasuk kita sebagai ASN dan tidak ada pilihan lain selain mensukseskan program ini,” katanya
Mantan Kadispora Buton juga menghimbau kepada seluruh ASN lingkup pemkab Buton untuk berpartisipasi dan merasa terpanggil dalam program vaksinasi ini sebagai upaya ikhtiar kita memutus mata rantai pandemi covid -19
“Ini ikhtiar kita secara medis dan tentu ikhtiar sebagai umat beragama terus kita lakukan dengan tetap berdoa kepada Allah,” pungkasnya.
Dalam sosialisasi Vaksinasi Covid-19 hadir Dr. Anwar Jallling Sp.PD yang bertindak sebagai pemateri. Ada beberapa point yang perlu diketahui publik yakni :
1.Bagaimana efikasi dan efektivitas Vaksin yang nantinya akan diberikan dalam 2 dosis,
2. Sasaran tahapan pemberian vaksin dari pendaftaran sampai dengan observasi pasca vaksinasi,
3.Efek samping yang terjadi setelah vaksin ada dua jenis yakni efek lokal berupa kemerahan dan bengkak dan efek sistemik berupa demam, sakit kepala,mual, muntah dan diare.
4.Vaksin yang akan dipakai yang sudah ditentukan oleh pemerintah yaitu sinovac dengan pemberian 2 kali dengan jarak waktu 2 pekan.
5.Tujuan vaksin yaitu membentuk Herd Immunity (kekebalan kelompok)
Turut hadir dalam acara ini, Wakapolres Buton, Kompol La Umuri, Perwakilan Kajari, serta Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Buton.











