BUTON, FAKTASULTRA.ID – La Sydu AK SH resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Kerukunan Keluarga Laporo (KKL) Buton, Minggu (21/07/2024). Acara pelantikan digelar di gedung serbaguna Wakaka, Pasarwajo, Buton.
Pelantikan Ketua DPD KKL Buton Periode 2024-2029 dikukuhkan oleh Ketua DPW KKL Sultra La Rusu S.Ip dihadiri Pj Bupati Buton La Haruna SP M.Si, Sekda, Muspida, Anggota DPRD Buton, para Kadis, Kades dan tokoh masyarakat dan pemuda.
Ketua DPW KKL Sultra La Rusu S.Ip menyampaikan selamat kepada pengurus DPD KKL Kabupaten Buton yang baru saja dilantik sesuai dengan aturan main anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
“Terimakasih kepada rekan-rekan panitia pelaksana yang sangat luar biasa menggelar acara dihadiri peserta 500 orang lebih, ini menandakan bahwa KKL semakin solit dan maju,”ujarnya
Kata dia pesan yang disampaikan ketua DPP KKL Pusat H Bere Ali bahwa mudah-mudahan dengan dilantiknya pengurus baru, ada semangat baru.
“Dikukuhkannya ketua KKL Buton bukti jika tokoh-tokoh masyarakat KKL Buton peduli dengan berdirinya KKL Kabupaten buton,”lanjut dia.
Dia juga menegaskan kepada masyarakat yang tergabung dalam KKL baik pengurus di tingkat pusat, di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/ kota bahwa organisasi KKL tidak bisa berpolitik dan itu amanah pengurus DPP.
“Semua organisasi adalah Mitra pemerintah, di bawah naungan pemerintah. bangun koordinasi di tingkat DPP, DPW agar KKL semakin maju,”harapnya.
Sementara itu Ketua DPD KKL Buton terpilih La Sydu AK SH mengatakan KKL berdiri sejak tanggal 2 februari 2022 kumpulan dari beberapa keluarga yang membangun kebersamaan di dalam kegiatan arisan hingga menjadi perkumpilan besar pada tahun 2014.
“Perubahan baik itu datangnya dari internal maupun eksternal hingga organisasi KKL menyebar luas hingga ke sejumlah daerah di Indonesia sehingga sampai dengan saat ini secara struktural kerukunan keluarga laporo terbentuk di enam wilayah pertama DPW KKL Provinsi Banten, yang kedua Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Papua dan provinsi Sulawesi Tenggara sebagai induk,”ujarnya.
KKL sebagai salah satu organisasi sosial yang masyarakat dan sesuai amanah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi tujuan dibentuknya kerukunan keluarga adalah untuk memperkokoh ikatan tali persatuan dan persaudaraan baik antar sesama masyarakat laporo sendiri maupun dengan suku-suku lain di Indonesia.
Kata dia lagi keberadaan kerukunan bukan hanya sebagai warga pemersatu bagi masyarakat juga menjadi bagian dari entitas kebangsaan yang ikut bertanggung jawab dalam merawat simpul-simpul persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa mencegah munculnya perpecahan di tengah-tengah masyarakat dan Ikut andil dalam merespon setiap konflik yang terjadi dengan mengedepankan dialog dan Humanis saling menghargai dan mampu memberi solusi yang konstruktif dan berkeadilan.
Catatan sejarah panjang masyarakat KKL di masa lalu tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat adalah salah satu sub etnis Buton yang hidup jauh di wilayah terpencil kampung Bugi dan lipu Mangau. hidup dalam kondisi yang sangat memperhatikan jauh dari peradaban modern sulit untuk mendapatkan akses layanan kesehatan dan layanan pendidikan hidup di bawah bayang-bayang kemiskinan dan keterbatasan dan keterbelakangan.
“Begitu sulitnya kehidupan masyarakat sehingga hanya untuk sekedar mendapatkan tiga macam kebutuhan pokok yang ikan, garam dan minyak tanah saja,”sambungnya.
Masyarakat yang bermukim di kampung bugi dan lipu Mangau harus menempuh perjalanan hingga berpuluh-puluh kilometer tanpa alas kaki untuk mencapai pasar lande dan pasarwajo. Mereka harus pergi meninggalkan rumah menuju pasar lande dan pasarwajo dengan membawa hasil bumi seperti jagung, singkong dan lain-lain beberapa jenis sayuran hanya sekedar untuk barter dengan tembakau, tiga macam kebutuhan ikan, garam dan minyak tanah.
Berpuluh-puluh tahun masyarakat laporo hidup dalam himpitan ekonomi hingga pada tahun 1968 pemerintah melalui kebijakan tersebut memindahkan pemukiman masyarakat laporan dari kampung bugi ke pemukiman baru Desa karya baru dan Desa Gunung Sejuk, kebijakan tersebut menimbulkan dampak psikologi yang luar biasa namun harus diakui pula bahwa hanya dengan cara demikian masyarakat bisa memperoleh akses layanan kesehatan dan layanan pendidikan bagian-bagian dari kebutuhan dasar masyarakat.
Masyarakat KKL menetap di desa karya baru dan Desa Gunung sejuk tetapi sebagian dari mereka ada pula terpaksa harus keluar daerah, merantau ke Kalimantan Timur, Maluku, Papua, Riau sampai ke luar negeri Malaysia dan Singapura hal ini mereka lakukan hanya dengan satu tujuan untuk mengejar kehidupan yang jauh lebih baik dari daerah asal.
Untuk keluar dari bayang-bayang kemiskinan dan keterbelakangan diperlukan adanya sumber daya manusia yang berkualitas.
sebagaimana firman Allah swt, “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau bukan kaum itu sendiri yang merubahnya. demikian firman Allah dalam Alquran surat ar-rah ayat 11. begitu pula tidak akan berubah nasib masyarakat laporo kalau bukan masyarakat laporo sendiri yang mampu untuk merubahnya.
“Tentu sulit rasanya bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan formal bila hanya pasrah berdiam diri di daerah asal karena itu generasi muda awal tahun 1970-an perlahan-lahan mulai meninggalkan kampung halaman menuju ke daerah Rantau.
Hingga awal tahun 1980-an dapat dihitung dengan jari generasi muda yang mampu menyelesaikan pendidikan, sampai masyarakat sadar tentang pentingnya dunia pendidikan.
“Setelah memasuki awal 1990-an masyarakat KKL mulai mengejar ketertinggalan itupun dengan susah payah memulai segalanya dari titik nol tidak ada yang instan dan tidak ada pula jaringan koneksi. konektivitas untuk meraih sebuah keberhasilan,”katanya lagi.
Dengan semangat juang dan jerih payah saat ini masyarakat laporo sedikit demi sedikit mulai membangun di bidang pendidikan misalnya masyarakat sudah mampu mencapai jenjang pendidikan hingga S3, di bidang pemerintahan, menjadi anggota TNI Polri ,guru ,dosen, dokter dan lain-lain pengusaha di bidang politik.
Masyarakat Laporo sudah mampu menempatkan putra-putri terbaiknya menjadi wakil-wakil rakyat tidak hanya di Kabupaten Buton keberhasilan juga mampu diraih di daerah lain seperti di Kota Samarinda ,Ambon ,Kabupaten Tual Kabupaten Buru Selatan ,Kabupaten Kepulauan Aru, kota Sorong dan kabupaten Raja Ampat
“Dan alhamdulillah pada tahun pemilihan 2024 masyarakat dapat meningkatkan kursi di DPR. 2019 hanya 8 orang dan alhamdulillah pada tahun 2024 mencapai 9 kursi yang paling membanggakan adalah dua putra 2 Putra terbaik laporo, Drs La Bakry M.Si berhasil menduduki jabatan sebagai wakil bupati 2017-2022 dan sebagai bupati 2017-2022 dan Bapak H.La Bere Ali sebagai pejabat Bupati Kabupaten Penajam Utara pada tahun 2018,”bebernya.
Dia mengatakan semua capaian keberhasilan seperti yang kita rasakan saat ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda agar mengejar mimpi Sepanjang Kita mau berusaha dengan Gigi bersungguh-sungguh tidak berpangku tangan dan selalu mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Dia juga menyebut tantangan terbesar generasi di masa yang akan datang adalah persaingan di era globalisasi yang semakin kompetitif dan itu dibutuhkan SDM melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki integritas moral yang telah nantinya menjadi bekal untuk tampil sebagai generasi unggul yang lebih sehat di dalam mengambil berbagai peran di dalam pembangunan baik di tingkat lokal regional sehingga di tingkat Internasional. Dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan di dalam kesetaraan.
IstilahDia berharap semoga dengan pengukuhan hari ini menjadi langkah awal bagi pengurus dan anggota untuk dapat berperan serta bersama mendorong wadah KKL ini ke arah yang lebih baik lagi sehingga menjadi sebuah kekuatan yang di yang dahsyat.
Oleh karena itu saran, masukkan, pendapat dan aspirasi sangat dibutuhkan demi kemajuan kita bersama.











