Peran Tanaman Pakcoy Mendukung Ketahanan Pangan Pulau Kecil di Desa Mokobeau Buton Selatan

64 kali dibaca
Peran Tanaman Pakcoy Mendukung Ketahanan Pangan Pulau Kecil di Desa Mokobeau Buton Selatan
Ketgam : Pemberdayaan Remaja Melalui Pengembangan Hidroponik

BUTON SELATAN — Upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah kepulauan terus dilakukan melalui inovasi teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi lokal. Salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Oleh : Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Buton

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktoral Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dan penerapan inovasi teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Mengangkat pentingnya “Pemberdayaan Remaja Perempuan melalui Pengembangan Hidroponik Tanaman Pakcoy untuk Mendukung Ketahanan Pangan Pulau Kecil di Desa Mokobeau Buton Selatan”. Tim PkM menggandeng Kelompok Remaja Perempuan Tunas Mokobeau sebagai mitra kegiatan.

Desa Mokobeau yang berada di wilayah Pulau Siompu memiliki karakteristik lingkungan dengan lahan yang didominasi kondisi berbatu dan keterbatasan lahan pertanian produktif. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan budidaya sayuran.

Melalui kegiatan ini, tim PkM memperkenalkan hidroponik sebagai alternatif budidaya tanaman yang tidak bergantung pada kondisi tanah.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pemerintah setempat dan kelompok mitra. Tahapan kegiatan diawali dengan sosialisasi program dan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi kebutuhan, membahas kondisi wilayah, serta menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan program.

Selanjutnya, kelompok Remaja Perempuan Tunas Mokobeau memperoleh pelatihan dan pendampingan dalam budidaya hidroponik tanaman pakcoy, mulai dari penyemaian, pindah tanam, pengelolaan nutrisi, pengukuran TDS dan pH, pemeliharaan tanaman hingga panen.

Mitra juga memperoleh penguatan pengetahuan mengenai pertanian terpadu tanaman-ternak, pemanfaatan limbah organik, serta pentingnya keberlanjutan kegiatan pertanian kelompok.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah greenhouse hidroponik yang dilengkapi sistem energi tenaga surya. Panel surya dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik yang kemudian digunakan untuk mendukung pengoperasian pompa sirkulasi nutrisi dan pengisian baterai.

Dengan memanfaatkan energi matahari, teknologi ini dirancang agar lebih adaptif terhadap kondisi wilayah serta mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional.
Penerapan teknologi tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan instalasi, tetapi juga pada proses pemberdayaan.

Mitra terlibat secara langsung dalam pembangunan dan pengoperasian instalasi, praktik budidaya, pemeliharaan tanaman, hingga panen. Tim PkM juga melakukan pengumpulan data teknis produksi sebagai bahan evaluasi dan dasar pengembangan analisis usahatani.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muslim Buton tidak hanya mentransfer teknologi kepada masyarakat, tetapi juga membangun kapasitas mitra agar mampu mengelola teknologi dan kegiatan budidaya secara bertahap dan berkelanjutan.

Keterlibatan kelompok remaja perempuan diharapkan dapat membuka ruang pembelajaran, kegiatan produktif, sekaligus meningkatkan peran generasi muda dalam pengembangan pertanian di wilayah kepulauan.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk mengembangkan kegiatan pertanian. Dengan dukungan inovasi teknologi, pendampingan perguruan tinggi, keterlibatan masyarakat, serta dukungan pendanaan Kemdiktisaintek, pengembangan hidroponik dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung ketahanan pangan dan kegiatan produktif masyarakat di pulau-pulau kecil.

Tinggalkan Balasan