Memberitakan Dengan Fakta
BUTON  

44 Warga Keracunan Makanan di Pesta Pernikahan, Polisi Periksa Dua Saksi

44 Warga Keracunan Makanan di Pesta Pernikahan, Polisi Periksa Dua Saksi
44 Warga Keracunan Makanan di Pesta Pernikahan, Polisi Periksa Dua Saksi
Kasat Reskrim Polres Buton AKP Dedi Hartoyo S.Pi dan anggota reskrim ketika melakukan pemeriksaan di rumah penyelenggara acara Pernikahan di Desa Galanti, Wolowa senin(30/11/2020).

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Buntut dari keracunan massal di Desa Galanti Kecamatan Wolowa Kabupaten Buton Sultra, polisi akhirnya memanggil dan memeriksa penyelenggara hajatan SN dan Suaminya sejak senin(30/11).

Kapolres Buton AKBP Gunarko SIK M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Buton AKP Dedi Hartoyo S.Pi mengatakan polisi akhirnya melakukan pemeriksaan pada dua saksi dalam hal ini penyelenggara acara pernikahan SN dan suaminya pasalnya 44 warga yang keracunan usai menyantap makanan di pestanya.

“Usai makan di pesta pernikahan di Desa Galanti sebanyak 44 warga desa Galanti keracunan saat ini dalam perawatan di RSUD Buton dan Puskesmas,”Kata Dedi selasa (01/12/2020).

Dia menjelaskan usai pesta di gelar, warga mulai merasakan gejala mual, muntah dan sakit perut sehingga warga langsung di rawat di RSUD Buton. Tercatat siang hari senin (30/11) sebanyak 20 orang dilarikan di RSUD Buton, di Puskesmas Wolowa 4 orang dan malamnya di RSUD Buton korban bertambah 20 orang lagi, kebanyakan anak-anak.

“Dari 44 orang ini 25 orang anak-anak sisanya orang dewasa, beruntung tidak ada yang sampai kritis,”ujarnya.

Dia mengatakan dugaan sementara warga yang keracunan akibat makanan yang disantap berasal dari bumbu makanan dan bahan makanan, namun untuk memastikannya polisi masih mengirim sampel bumbu dan bahan makanan tersebut di balai POM.

44 Warga Keracunan Makanan di Pesta Pernikahan, Polisi Periksa Dua Saksi
Warga yang dirawat akibat keracunan makanan di RSUD Buton

“Hari ini kami baru kirim sampel ke balai POM untuk memastikan penyebab keracunan itu,”bebernya lagi.

Selian penyelenggara acara lanjut Dedi, polisi juga akan memeriksa penyedia ayam potong yang menyuplai ayam saat hajatan digelar hari minggu (29/11), polisi juga akan meminta keterangan warga yang mengalami keracunan.

Dia menambahkan semua warga yang keracunan akibat mengkonsumsi makanan saat pesta keluarga yang di gelar hari minggu, usia makan keesokan harinya puluhan warga mengalami gejala serupa mual, muntah dan sakit perut.

Tinggalkan Balasan