Memberitakan Dengan Fakta

Menyambut 10 Muharam, Warga Baubau Gelar Tradisi Memuliakan Anak Yatim Piatu

Menyambut 10 Muharam, Warga Baubau Gelar Tradisi Memuliakan Anak Yatim Piatu

BAUBAU, FAKTASULTRA.ID – Setiap 10 Muharam, anak yatim piatu selalu dimuliakan dengan dimandikan dan disuap diberi makan.

Tradisi ini selalu dilakukan warga Kota Baubau yang menggelar tradisi Pekandeana ana-ana maelu setiap 10 Muharam.

“Tradisi ini memberikan santunan kepada anak yatim piatu. Kegiatannya ini intinya silaturahmi dan dalam agama dianjurkan untuk memberikan perhatian kepada anak-anak yatim piatu,” kata tokoh masyarakat, La Ode Kariu, Minggu (30/8/2020).

Tradisi pekandeana ana-ana maelu mulai dilakukan masyarakat Buton sejak masuk dan menyebarnya agama Islam di Kesultanan Buton pada tahun 1500. 

Tradisi ini dimulai dari beberapa anak kecil tanpa mengenakan baju, dimandikan satu persatu oleh beberapa wanita separuh baya yang menggunakan baju adat Buton. 

Usai dimandikan dan mengganti baju, anak-anak usia sekitar tujuh tahun ini kemudian memasuki rumah yang tidak terlalu besar, kemudian duduk bersila.

Satu per satu anak-anak kecil tersebut kemudian maju dan duduk di depan tokoh adat yang juga duduk bersila. 

Dua wanita yang mengenakan baju adat Buton kemudian mengambil menu makanan lalu menyuap beberapa kali ke anak kecil tersebut. 

Usai menyuapkan nasi, wanita itu membelai kepala anak kecil dengan penuh kasih saying. 

“Ritual pelaksanaan ini seolah-olah kita memuliakan mereka (anak yatim piatu), dan kita usap ubun-ubunya agar kita doakan mereka ini berumur panjang,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan