Memberitakan Dengan Fakta

Pemkot Baubau Kembali Meraih Penghargaan STBM Award 2021

Pemkot Baubau Kembali Meraih Penghargaan STBM Award 2021
foto : Kominfo Baubau

BAUBAU, FAKTASULTRA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau kembali meraih Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Tahun 2021. Pengumuman dan penyerahan penghargaan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) Tahun 2021.

Dikutip dari Dinas Kominfo Kota Baubau menyatakan, pemberian penghargaan STBM diikuti secara Virtual oleh Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse, dan didampingi oleh sejumlah Pejabat Eselon II lingkup Pemkot Baubau di Sekolah Dasar Negeri 1 Bone-Bone, Jumat (15/10/2021).

“Penghargaan STBM Award ini diberikan kepada bapak Wali Kota kita Dr. H. AS Tamrin, MH., ini adalah prestasi beliau. Karna Di bawah kepemimpinan beliaulah sehingga hari ini kita kembali mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Pusat untuk dianugerahi STBM Berkelanjutan ini,” ujar La Ode Ahmad Monianse kepada sejumlah media

Wakil Wali Kota Baubau ini juga menuturkan, Penghargaan STBM kategori Berkelanjutan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut, merupakan Penghargaan yang kedua kalinya bagi Kota Baubau. Pasalnya, pada Tahun 2020, Pemkot Baubau juga pernah mendapatkan penghargaan STBM dengan kategori Inisiatif.

“Alhamdulillah berkat kerja keras kita semua, utamanya Dinas Kesehatan, sehingga Tahun ini kita kembali meraih Penghargaan STBM dengan kategori Berkelanjutan. Ini Penghargaan STBM yang kedua, karena Tahun lalu kita juga telah memperoleh Penghargaan STBM dengan kategori Inisiatif,” tuturnya.

Untuk itu La Ode Ahmad Monianse berharap, agar capaian prestasi tersebut terus dijaga sehingga tetap berkelanjutan di setiap tahunnya. Pasalnya, selain untuk menjaga prestasi dan nama baik Daerah, juga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Baubau.

Sehubungan dengan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) La Ode Ahmad Monianse mengungkapkan, kegiatan tersebut tidak ada hubungannya dengan masalah pandemi Covid-19. Karena sebelum pandemi melanda dunia, program tersebut sudah dicanangkan secara Inter Nasional.

“Kegiatan ini sudah berlangsung sejak 15 Oktober Tahun 2008, yang dilaksanakan secara berkesinambungan di seluruh dunia. Ini adalah sebagai upaya untuk membiasakan kita agar selalu hidup sehat. Jadi kegiatan ini dilaksanakan bukan karena pandemi Covid-19,” ucapnya.

Lebih lanjut La Ode Ahmad Monianse menjelaskan, mencuci tangan dengan sabun dapat menekan angka penularan penyakit yang berhubungan dengan pernapasan (Pneumonia) sekitar 25%. Sedangkan untuk penekanan angka penularan penyakit lainya yang berhubungan dengan pencernaan mencapai kurang lebih 50%.

“Begitu pentingnya cuci tangan pakai sabun ini, sehingga diharapkan agar ini dapat menjadi budaya yang terus berkelanjutan. Jadi hari ini merupakan momentumnya untuk membudayakan kembali kebiasaan mencuci tangan itu. Dengan semboyan bahwa masa depan kita ditentukan oleh tangan kita, kalau tangan kita bersih maka masa depan kita juga bisa lebih baik,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan