Memberitakan Dengan Fakta
BAUBAU  

Wawali Hadiri Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Toponim Objek dan Daya Tarik Wisata Budaya

Wawali Hadiri Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Toponim Objek dan Daya Tarik Wisata Budaya

BAUBAU,FAKTASULTRA.ID – Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse menghadiri  Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Toponim Objek dan Daya Tarik Wisata Budaya dan sekitarnya yang diselenggarakan di halaman Kantor Dinas Pariwisata Kota Baubau, Senin (14/06/2021) malam.

Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse menekankan pentingnya berdamai dengan masala lalu untuk membangun masa depan. Dengan demikian, kearifan lokal yang sudah terbentuk sejak dahulu tidak akan tergusur oleh peningkatan pembangunan dan modernisasi.

“Berdamaialh dengan masa lalu untuk membangun masa depan, jangan karena rasa trauma dengan masa lalu sehingga kita mencoba mengubah apa yang sudah ditetapkan di masa lalu. Dan pada akhirnya masa depan tidak bisa kita dapatkan, sebab kita tdk berani menatap masa lalu kita,” tutur La Ode Ahmad Monianse.

Wakil Wali Kota juga meyakini, hasil dari penelitian tersebut akan mampu mempengaruhi banyak hal yang dapat terus dikembangkan oleh generasi mendatang. Pasalnya, dengan mengembalikan nama-nama wilayah atau lingkungan sesuai tempatnya, maka nilai-nilai sejara akan tetap terjaga dan terpelihara.

“Tentunya kita sangat berharap, dengan penelitian ini, nama-nama setiap wilayah atau lingkungan yang ada di benteng Keraton dan sekitarnya dapat dikembalikan sesui tempatnya. Hal ini dimaksudkan agar nilai-nilai sejarah yang ada tidak tenggelam seiring berkembangnya zaman,” ujarnya.

“Mengacu pada hasil penelitian ini, kedepan kita bisa mengembangkannya dengan sebuah peta digital yang audio. Jadi kita buat seperti itu, kemudian ada titik koordinatnya, ketika titik itu diklik dia akan berbunyi dan menerangkan nama serta sejarah dari lokasi itu,” lanjutnya.

Ditambahkan, dari sisi kepariwisataan, dengan adanya peta digital tersebut Dinas Pariwisata akan lebih muda mengontrol lokasi-lokasi wisata, baik dari segi keamanan maupun dari segi kenyamanannya. Dengan demikian, keamanan dan kenyaman dalam dunia kepariwisataan di Kota Baubau dapat terwujud.

“Karena lokasi Pariwisata itu minimal saratnya ada dua, yaitu aman dan nyaman. Kalau dua sisi itu tidak ada, maka percuma kita promosi, karna promosi tidak akan menghasilkan kunjungan ketika data keamanan dan kenyamanan di tempat di mana titik yang kita promosikan itu tidak terjamin,” imbuhnya.

Menyambung apa yang dicita-ctakan oleh Wali Kota Baubau Dr. H. AS Tamrin, MH., La Ode Ahmad Monianse menaru harapan, agar hasil dari penelitian tersebut dapat mewujudkan apa yang menjadi impian Wali Kota untuk melakukan beberapa perubahan, dalam hal penamaan beberapa tempat yang ada di Kota Baubau.

“Sudah saatnya kita coba menggaungkannya, kita letupkan di beberapa tempat diskuisi-diskusi agar menjadi renungan kita bersama. Sehingga suatu saat nanti dapat menjadi renungan kolektif masyarakat Kota Baubau untuk mencoba memberikan penamaan baru, bukan trauma pada masa lalu tapi memang kita harus Kembali kemasa lalu itu,” pungkasnya.

Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Toponim Objek dan Daya Tarik Wisata Budaya tersebut menghadirkan tiga peneliti Budaya sebagai narasumber. Yaitu, Dr. La Ode Abdul Munafi, M.Si., LM. Nasrun Saafi, M.Hum., dan Imran Kudus, M.Sc.

Selain itu, turut dihadiri oleh anggota DRD Kota Baubau Muhammad Ahadyat Zamani, ST., MT. selaku ketua Komisi III dan Drs. H. Masri, M.Pd. serta turut diikuti oleh sejumlah kepala OPD lingkup Pemerintah Kota Baubau dan sejumlah pejabat eselon lainnya.

Tinggalkan Balasan