BUTON – Kapal penumpang KM Cahaya Alam 05 karam di perairan Tanjung Pamali, wilayah desa Burangasi Rumbia, Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.
Kapolsek Lapandewa Iptu Jazrudin mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal tersebut bertolak dari Kota Baubau menuju Pulau Binongko, Kabupaten Wakatobi, sekitar pukul 09.30 Wita. Kapal mengangkut 40 penumpang dan 7 anak buah kapal (ABK) dengan kapten kapal La Sumu.
Sekitar pukul 12.00 Wita, kapal mengalami kerusakan pada mesin induk sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran dan hanyut terbawa arus.
Kapal kemudian terombang-ambing di tengah laut sebelum akhirnya kandas di Pantai Rampea, Tanjung Pamali, perairan Desa Burangasi Rumbia.
“Mendengar kejadian tersebut personel Polsek Lapandewa segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) bersama warga setempat untuk melakukan pengecekan dan pertolongan,”ujarnya.
Nelayan yang berada di sekitar lokasi lebih dahulu melihat kejadian tersebut dan langsung memberikan bantuan. Seluruh penumpang dan ABK berhasil dievakuasi ke daratan dalam keadaan selamat.
Para penumpang kemudian dibawa ke Balai desa Burangasi Rumbia, Kecamatan Lapandewa, untuk mendapatkan pertolongan dan bantuan awal.
Berdasarkan data manifes kapal, tercatat 22 penumpang resmi. Namun, menurut keterangan kapten kapal, terdapat 18 penumpang lain yang tidak terdaftar dalam manifes, sehingga total penumpang berjumlah 40 orang. Ditambah 7 ABK, jumlah keseluruhan yang berada di kapal sebanyak 47 orang dan seluruhnya selamat.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materiil diperkirakan berupa kerusakan pada satu unit kapal yang hingga kini masih berada di lokasi kejadian” kata Kapolsek Lapandewa Iptu Jazrudin.
Kara dia lagi, aparat antara lain menerima laporan dari masyarakat, mendatangi TKP, melakukan evakuasi penumpang, serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Buton Selatan dan Basarnas untuk penanganan lebih lanjut.
Situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif, sementara seluruh penumpang masih ditampung di Balai desa Burangasi Rumbia sambil menunggu proses lanjutan.











