BUTON – Lumbung Informasi Rakyat (LiRA) Kabupaten Buton melalui Ketua LiRA Buton, La Ode Jani, menegaskan agar pelaksanaan pemenuhan kebutuhan dasar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat kecil, khususnya para pedagang eceran di kampung.
Menurut La Ode Jani, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dan peserta didik, tetapi juga harus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi rakyat di tingkat desa.
“Oleh karena itu, pembelanjaan kebutuhan bahan pangan seperti ikan, daging ayam, telur, serta berbagai jenis sayur-sayuran harus diprioritaskan kepada pedagang lokal, petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil di wilayah kampung,”tegasnya. Minggu (01/03).
Ia menegaskan keterlibatan pedagang eceran akan mendorong perputaran ekonomi masyarakat secara langsung dan merata.
“Program MBG ini merupakan program strategis pemerintah yang sangat baik. Namun pelaksanaannya harus berpihak kepada masyarakat kecil. Pembelian bahan pangan seperti ikan, ayam, telur dan sayur-sayuran seharusnya dilakukan kepada pedagang eceran di kampung agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh rakyat,” ujar La Ode Jani.
LiRA Buton juga mengingatkan agar pelaksanaan program MBG tidak terpusat pada distributor besar atau pemasok dari luar daerah yang berpotensi mengurangi peluang usaha masyarakat lokal.
Dengan memprioritaskan pedagang kampung, program MBG diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
LiRA Buton berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan agar pelaksanaan program MBG berjalan transparan, adil, dan benar-benar berpihak pada ekonomi kerakyatan di Kabupaten Buton.











