Memberitakan Dengan Fakta
BUTON  

Nasib Pemilik Kios di Pasar Kaloko Belum Jelas

Nasib Pemilik Kios di Pasar Kaloko Belum Jelas
Ketgam : Pemkab Buton Gelar Cabut Lot Lapak Pedagang Pasar Kaloko

BUTON – DPRD Buton menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pelaku usaha yang terdampak pasca kebakaran di Pasar Kaloko, 29 Desember 2025 lalu.

Nasib 208 orang korban/pelaku pasar saat kebakaran di pasar kaloko Kecamatan Pasarwajo lalu, belum jelas. Hingga kini para pedagang belum menempati kios yang dibangun pasalnya jumlahnya tidak sesuai dengan yang terbakar saat itu.

DPRD Buton menggelar RPD bersama Pemerintah Daerah dan para pelaku pasar juga pihak perbankan agar segera mengambil langkah strategis.

Salah seorang korban Jahrim mengatakan pemerintah daerah baru menyelesaikan 20 persen kios untuk para pedagang yang akan berjualan.

“Baru 40 kios yang ada, sisanya bagaimana?,”ujarnya. Senin (23/02).

Menurut dia total 208 kios, yang tidak digunakan sebanyak 70 sisanya 138 kiosĀ  digunakan para pedagang namun yang baru dibangun pemerintah daerah saat ini hanya 40 kios.

“Kios yang terdampak sebanyak 208 kios yang terpakai aktif sampai kebakaran 138 dan yang kosong karena bangunan sudah tidak layak dan berada pada posisi yang tidak menguntungkan para pedagang yakni yang menghadap pas didepan manggruf itu berjumlah 70 kios,”bebernya.

Dia juga menyebut yang baru berjualan saat ini adalah pedagang kaki lima, para pedagang kaki lima ini berada di los pasar kaloko sebanyak 156 orang.

Kata dia saat ini pedagang lesuh apalagi ada tagihan perbankan sudah menanti di depan mata padahal tidak ada barang yang harus dijual lagi.

“Kebanyakan pelaku pasar membayar angsuran bukan dari hasil usaha namun membayar dengan meminjam lagi. ,”katanya lagi.

Dia pun meminta agar pemerintah daerah segera menyelesaikan pembangunan kios untuk para pedagang yang tidak menjual hampir dua bulan ini, sehingga bisa berjualan kembali.

Yang mewakili kadis perdagangan Buton mengatakan hingga saat ini Dinas Perdagangan masih berupaya untuk merampungkan sisa kios yang belum terbangun namunĀ  karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah belum dapat menyelesaikannya.

“Kepala Dinas kami sampai saat ini masih mengupayakan anggaran untuk melanjutkan pembangunan kios tersebut,”tandasnya.

Dalam RDP tersebut DPRD buton meminta kepada pihak perbankan untuk mengidentifikasi pelaku usaha korban kebakaran di pasar kaloko yang melakukan pinjaman di perbankan dan kemudian melaporkan hasil identifikasinya kepada DPRD Buton.

DPRD juga meminta pemerintah daerah untuk segera merampungkan pembangunan pasar kaloko yang merupakan pasar pemerintah.

RDP tersebut di hadiri Ketua DPRD Mara Rusli Sihaji, Wakil Ketua 1 Hasni, Sekda Buton La Ode Syamsuddin, Anggota DPRD, pihak Perbankan diantaranya Mandiri, BRI, BPD, Bahteramas, dan OPD terkait.

Tinggalkan Balasan