Memberitakan Dengan Fakta
BUTON  

Bupati Buton Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pasar Kaloko

Bupati Buton Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pasar Kaloko
Ketgam : Bupati Buton Alvin Akawijaya, Wabup Syarifuddin Saafa saat peletakqn batu pertqma pasar sementaraa.
BUTON – Gerak cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Pasca kebakaran Pasar Kaloko, langsung merevitalisasi pasar kaloko yang direncanakan rampung bulan Januari 2026 ini.
Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra SH,  melakukan peletakan batu pertama pembangunan pasar sementara, Senin (05/01/2026), Tampak hadir dalam Wakil Bupati Buton Syarifuddin Saafa ST,
di dampingi Wakapolres, Forkopimda, Anggota DPRD Buton dan para kepala Dinas, Staf Ahli, Kepala Perbankan.
“Pasar ini rampung 20 januari 2026, dananya dianggarkan dari APBD Buton tahun 2026,”ujar Bupati ketika ditemui usai peletakkan batu pertama.
Bupati Buton mengatakan pembangunan pasar sementara ini akan dikerjaan selama 15 hari kalender kerja dan diyakini selesai 20 Januari 2026 dengan anggaran sebesar Rp 300 juta.
“Anggarannya ini melekat di dinas Perdagangan, sebesar Rp 300 juta,”bebernya.
Kata dia sebenarnya ada dua opsi yang ditawarkan pemerintah daerah untuk para pedagang, menggunakan pasar Ompu yang sudah ada atau merevitalisasi pasar.
“Ada dua opsi yang ditawarkan Pemerintah Daerah pertama menggunakan pasar Ompu yang berada di atas atau revitalisasi pasar kaloko, namun semua pedagang meminta untuk tetap berjualan di pasar Kaloko,”ujar Bupati.
Sehingga lanjut dia pemerintah daerah langsung melakukan pembangunan pasar sementara agar para pedagang dapat segera berjualan kembali.
Kata dia lagi para pedagang enggan berjualan di pasar Ompu dikarenakan lokasi yang dinilai para pedagang kurang strategis dan faktor keamanan.
Menurut Bupati terkait penyebab kebakaran di pasar kaloko hingga saat ini belum diketahui pihak kepolisian pasalnya tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut.
Iapun meminta agar masyarakat bersabar dan saling menjaga jangan saling memprovokosi, semua dalam masa terpuruk.
Sementara itu Wabup Syarifuddin yang hadir saat itu juga meminta agar pihak kepolisian segera memastikan dan mencari penyebab kebakaran tersebut.
“Ini aset daerah harus ada prosedur,”ujarnya.
Dia juga mengatakan agar tidak terjadi kejadian serupa setiap pasar atau perkantoran dilengkapi alat pemadam api ringan (Apar) minimal 3-5 kilogram.
“Kalau mobil damkar kita anggarkan tahun ini sebesar Rp 1,5 miliar untuk membeli mobil baru dan juga perbaikan mobil lama,”ujarnya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu semangat, tetap optimis 2026 akan lebih baik.
“Kita optimis 2026 titik tolak untuk perbaikan. Bupati sudah mengakomodir permintaan warga yang tetap ingin berjualan di pasar kaloko,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan