BUTON, FAKTASULTRA.ID – Kabid hikmah IMM Buton Abi Mayu menyoroti pengelolaan kampus UM Buton Kelas Pasarwajo yang terus menurun dari setiap tahunnya.
Ia mengatakan bahwa penurunan kualitas kampus B dari UM.Buton dalag satu penyebabnya tidak adanya perubahan yang dilakukan oleh pihak pengelola baik dari kualitas bangunan maupun sarana dan prasarana yang lain, sehingga membuat orang lebih tertarik untuk berkuliah di universitas/sekolah tinggi lain, yang notabene nya semua adalah kampus baru yang di dirikan di wilayah Buton.
“Jika terus sprti ini maka kemungkinan amal usaha Muhammadiyah di Buton akan menghilang,”ujarnya.
Kta dia Muhammadiyah adalah salah satu organisasi terbesar di Indonesia yang memiliki berbagai macam amal usaha. Mulai dari amal usaha yang bergerak di bidang kesehatan, maskapai penerbangan, perhotelan dan pendidikan semua amal usaha Muhammadiyah tersebut tersebar hampir di seluruh Indonesia.
Tak terkecuali Kabupaten Buton terdapat salah satu universitas yang di dirikan oleh Muhammadiyah dan berlokasi di Kecamatan Pasarwajo bernama UM BUTON.
Sekalipun UM Buton yang berlokasi di Pasarwajo tersebut termaksud kelas jauh dan masih bernaung di kampus UM BUTON yang ada di kota Baubau yang pengelolaannya di percayakan kepada warga Muhammadiyah yang berdomisili di Pasarwajo namun akan tutup jika tidak dikelolah dengan baik.
Bankan mirisnya terpantau bahwa beberapa tahun terakhir UM Buton klas Pasarwajo mengalami penurunan dari segi kualitas baik dari bangunan maupun jumlah mahasiswa yang mendaftar di kampus UM Buton.
“Dalam hal ini jika di biarkan maka kemungkinan kampus yang merupakan salah satu amal usaha Muhammadiyah akan tutup dan yg lebih parahnya lagi dakwah Muhammadiyah yang harusnya terlaksana didalam kampus akan terhenti,”tandasnya.
Untuk itu Ia meminta kepada Rektor UM.Buton untuk mengevaluasi dan segera melakukan perbaikan terhadap hal hal yang di anggap perlu demi bertahannya amal usaha dan demi terus berlangsungnya dakwah Muhammadiyah di kabupaten Buton.





