Memberitakan Dengan Fakta

Cegah Stunting, Bupati Buton Ikuti Apel Siaga Nasional Tim Keluarga Bergerak secara Virtual

Cegah Stunting, Bupati Buton Ikuti Apel Siaga Nasional Tim Keluarga Bergerak secara Virtual

BUTON, FAKTASULTRA.ID – Dalam rangka membangun Sinergitas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Pemda Buton menghadiri Apel siaga nasional tim pendamping keluarga bergerak yang di gelar secara daring diaula Kantor Bupati Buton, Kamis (12/05/2022).

Hadir saat kegiatan Bupati Buton Drs La Bakry M.Si, Wakapolres Buton, Sekda Buton, Yang mewakili Kajari Buton, Perwira penghubung TNI 1413 Buton, Kadis BKKBN, Staf Ahli, Asisten dan para kepala OPD.

Apel tersebut digelar oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan, apel siaga ini untuk menumbuhkan semangat pada pendamping, khususnya pada pendamping keluarga.

“Apel ini dihadiri oleh 514 kabupaten dan kota di Indonesia ini serta 600 ribu kader, yang siap berkomitmen untuk menyukseskan pencegahan stunting di Indonesia,” kata Hasto Wardoyo.

Ia juga menyebut, satu di antara fokus pemerintah pusat saat ini adalah pencegahan stunting.

“Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global,” ucapnya Subang, Kamis (12/5/2022).

Hasto dalam apel siaga TPK Bergerak juga mengatakan 600 ribu personel bertugas melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan, dan memfasilitasi pemberian bantuan sosial serta melakukan surveilans kepada sasaran keluarga berisiko stunting.

“Jumlah keluarga berisiko stunting ini harus ditekan seminimal mungkin. Mari kita bekerja secara optimal,” kata Hasto dalam Apel Siaga TPK Bergerak.

Berdasarkan pendataan keluarga 2021 yang dilakukan oleh lebih dari 700 ribu kader, berhasil mendata 66.207.139 kepala keluarga di 33 provinsi, dan memetakan keluarga yang teridentifikasi sebagai keluarga berisiko stunting sebanyak 21.906.625 keluarga.

Data keluarga berisiko stunting yang dinamis dari waktu ke waktu, memerlukan verifikasi, validasi, dan sekaligus pemutakhiran, agar pemerintah mempunyai data sasaran yang valid dan akurat, yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penajaman sasaran pendampingan keluarga maupun intervensi terhadap keluarga berisiko stunting yang terdiri dari ibu hamil, balita (0-59 bulan), baduta (0-23 bulan).

Karena itu, kader KB akan datang ke rumah keluarga sasaran untuk melakukan pemutakhiran, verifikasi, dan validasi data, selain melakukan komunikasi, edukasi dan informasi (KIE) pencegahan stunting.

Hal tersebut dapat dilakukan bersamaan mengingat kader keluarga berencana (KB) juga adalah bagian dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) bersama-sama dengan pendamping dari tenaga kesehatan seperti bidan, dan kader Pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK). Mari sukseskan program Keluarga Berencana dan penurunan stunting,

Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak Tingkat Nasional tersebut di ikuti oleh 514 kabupaten/kota se-Indonesia dengan melibatkan 600 ribu kader.

Apel tersebut juga dihadiri Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko; serta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo.

Tinggalkan Balasan