Memberitakan Dengan Fakta

8 Nelayan Indonesia Ditangkap Di Papua Nugini, Keluarga Harapkan Bantuan Presiden Jokowi

8 Nelayan Indonesia Ditangkap Di Papua Nugini, Keluarga Harapkan Bantuan Presiden Jokowi

WAKATOBI, FAKTASULTRA.ID – Sekitar 8 warga negara indonesia (WNI) yang bekerja sebagai nelayan, ditangkap petugas keamanan Papua Nugini pada akhir November 2021.

8 WNI tersebut ditangkap karena diduga melanggar daerah perbatasan perairan Papua Nugini saat mencari ikan di sekitar perairan Torasi, perairan perbatasan antara Kabupaten Merauke, Papua dan  Papua Nugini.

Seorang keluarga nelayan yang ditahan di Papua Nugini, Wa Ode Basria Ningsi, yang berada di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, mengatakan, suaminya, La Sihali (29), bersama 7 WNI lainnya kerja di kapal penangkap ikan di Kabupaten Merauke, Papua.

“Tiba-tiba ipar saya telpon bahwa kapal yang digunakan oleh mereka suamiku sudah ditahan oleh oleh pemerintah Papua Nugini di perbatasan,” kata Basria, Senin (20/12/2021).

La Suhaili bersama 7 orang WNI lainnya ditahan bersama satu buah kapal penangkap ikan diperbatasan sekitar laut Torosi.

Dari 8 orang WNI tersebut, 6 merupakan warga Kabupaten Wakatobi, sedangkan 2 WNI lainnya dari Sulawesi Selatan.

Menurut Basria, suaminya bersama 7 WNI yang bekerja sebagai nelayan baru pertama kali melaut di sekitar perbatasan itu. Sehingga 8 WNI tersebut tidak mengetahui bila kapalnya telah melanggar wilayah perbatasan.

“Saat mereka ditahan itu, kapal ini bukan sedang dalam membuang jaring namun hanya lewat saja. Mereka juga kaget ternyata tiba-tiba didatangi oleh tentara Papua nugini,” ujarnya.

Papua Nugini kemudian memvonis 8 WNI tersebut 2 tahun penjara, dan kini ditahan di penjara Western Province Daru Papua Nutersebut gini.

Basria ningsih berharap, pemerintah Indonesia dalam hal ini Presiden Joko Widodo bisa membantu WNI ini agar suaminya dan 7 WNI lainnya dapat bantuan hukum sehingga bisa bebas dan kembali ke keluarga.

“Kami berharap kepada presiden Jokowi agar membantu memberikan bantuan hukum kepada suami saya, karena Kalau mereka ditahan bagaimana nasib anak-anak kami kedepannya,” ucapnya.

 

Tinggalkan Balasan