Memberitakan Dengan Fakta

Minarni Jabat Kepala BPJAMSOSTEK Sultra

Minarni Jabat Kepala BPJAMSOSTEK Sultra

Minarni Jabat Kepala BPJAMSOSTEK SultralKENDARI, FAKTASULTRA.ID  – Pucuk kepemimpinan BPJAMSOSTEK Sulawesi Tenggara (Sultra) telah berganti dari pimpinan sebelumnya Muhyiddin Dj kini digantikan oleh Minarni Lukman.

“Ada beberapa hal yang menjadi pekerjaan rumah saya dalam mengemban tugas ini, terutama dari segi akuisisi kepesertaan masih ada 85 persen angkatan kerja di Sultra yang belum terlindungi dalam program BPJAMSOSTEK,” kata Minarni Lukman, saat pertemuan bersama insan pers yang bertajuk Media Gathering yang dilakukan di Kendari, Rabu.

Kegiatan tersebut mempertemukan pihak BPJAMSOSTEK Sulawesi Tenggara dan rekan-rekan media untuk mengeksplorasi target Minarni Lukman terhadap kepesertaan dan Pelayanan BPJAMSOSTEK Sulawesi Tenggara kedepannya, Rabu.

Menurut Minarni, dibutuhkan kerja keras untuk melakukan kerja sama antar stakeholder dan sosialisasi yang massive untuk mencapai coverage kepesertaan 100 persen.

“Selain itu peningkatan pelayanan juga menjadi fokus utamanya dengan terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan yang ada di BPJAMSOSTEK,” katanya.

Sebagai informasi tambahan, BPJAMSOSTEK Provinsi Sulawesi Tenggara juga telah membayarkan manfaat Jaminan sebanyak Rp93,37 miliar kepada 10.211 peserta dalam rentang waktu Januari – Desember 2020.

Adapun rincian pembayarannya adalah Rp78,41 miliar kepada 9.503 peserta untuk Klaim Jaminan Hari Tua. Rp6,98 miliar kepada 411 peserta untuk Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja Rp6,68 miliar kepada 123 peserta untuk Klaim Jaminan Kematian. Dan Rp1,30 miliar untuk 174 peserta untuk Klaim Jaminan Pensiun.

Pembayaran Jaminan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah resign dari pekerjaan, mengalami PHK, mengalami kecelakaan kerja, meninggal dunia, pensiun dari pekerjaan, mengalami kecacatan, dan banyak lagi.

“Pekerjaan rumah kami masih banyak, untuk itu kami akan selau berusaha memberikan yang terbaik bagi seluruh pekerja khususnya yang ada di Sulawesi Tenggara. Strategi-strategi kami sudah susun bersama tim untuk memaksimal sumber daya dalam mencapai coverage 100 persen dan peningkatan mutu kualitas pelayanan,” tutur Minarni.

Harapan selanjutnya dari wanita pertama yang menjadi Kepala BPJAMSOSTEK Sulawesi Tenggara ini adalah peran aktif seluruh stakeholder dan pekerja itu sendiri dalam mendaftar ke dalam program BPJAMSOSTEK agar seluruh pekerja yang ada di Sulawesi Tenggara dapat terhindar dari risiko-risiko kerja.

Tinggalkan Balasan