BAUBAU, FAKTASULTRA.ID – Ditengah pandemi corona, usaha kain kain tenun khas buton di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara tetap bertahan.
Walau selama enam bulan tidak ada pembeli, para pengrajin kain tenun tetap berinovasi dan berkarya dengan menghasilkan kain tenun yang berkualitas baik.
“Dari akhir bulan Maret 2020 sampai bulan Agustus 2020 itu tidak ada penghasilan sama sekali, Sepi sekali penjualan tidak ada penghasilan,” kata seorang Ketua Kelompok Pengrajin Tenun Khas Buton , Mus Idah, Senin (1/3/2021).
Walaupun demikian, kelompok pengrajin kain tenun ini masih tetap bertahan dan terus menenun meskipun tidak ada pembeli.
“Karena mereka sudah pekerjaannya setiap hari, selama pandemi, tidak tahu bekerja dimana hanya menenun” ujarnya.
Namun secara perlahan, pada bulan September 2020, usaha kain tenun mulai bangkit dan telah mulai ada pembelinya.
“ini sudah bagus penjualan, tapi kami tetap meminta kepada pemerintah kota baubau untuk membantu mempromosikan kain tenun khas buton di nusantara,” ucap Mus Idah
Walaupun demikian, Mus Idah tetap berharap agar para penenun tetap menenun untuk menunjang ekonomi rumah tangganya di tengah pandemi corona.
Sementara itu, Walikota Baubau, AS Tamrin, yang datang menemui para pengrajin kain tenun agar tetap sabar selama pandemi corona ini.
“Mereka harus bersabar karena tidak bisa kita lawan corona ini. Sambil menunggu pembeli, warga tetap menenun kain khas buton dan pemerintah daerah akan memberikan bantuan untuk keberlangsungan dari usaha kain tenun ini,” kata AS Tamrin.
Ia menambahkan, pandemi corona ini memukul semua sektor termasuk sektor industry dan kreatif. Walaupun demikian, pemerintah daerah Kota Baubau terus berusaha untuk kembali menghidupkan kain tenun.











