Memberitakan Dengan Fakta
BUTON  

Heboh Uang Bantuan PIP Siswa SD 45 Buton di Rekening Bank Raib

Heboh Uang Bantuan PIP Siswa SD 45 Buton di Rekening Bank Raib

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Puluhan orang tua siswa SD 45 Buton mengeluhkan uang bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di rekening salah satu Bank Raib, padahal saat di cetak tertulis Rp 1,500.000,00.

Ani Salah seorang orang tua siswa menyatakan anaknya masuk sebagai salah seorang penerima bantuan dari Pemerintah bersama puluhan murid lainnya dan diberikan buku tabungan.

Namun lanjut dia saat buku tabungan dicetaknya kaget melihat ada uang Rp 1.500.000 yang sudah ditarik, padahal buku itu baru saja diberikan kepada anaknya dari pihak sekolah saat pembagian rapor 21 desember 2020 lalu.

“Saat pembagian rapor buku itu diberikan dan guru memyampaikan agar sering di cek, namun saat dicek dan dicetak tertulis Rp 1.500.000 sudah ditarik sisa saldonya 4000,”ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan dari nominal uang yang di cetak bank tidak pernah diterimanya selama ini sehingga dia mempertanyakannya kepada pihak sekolah.

“Saya juga heran dibuku tabungan ada uang yang sudah ditarik padahal uangnya itu tidak pernah saya terima,”pungkasnya.

Hal senada dikatakan Mama Ikbal Salah seorang orang tua siswa ia mengaku buku tabungan di berikan kepada anaknya sejak penerimaan rapor tanggal 21 desember lalu dan disampaikan guru agar sering di cek.

“Saat dibagikan buku tabungan diminta agar sering di cek, tapi anehnya saat dicek ada nominal uang Rp 1.200.000 dan yang sudah ditarik sementara uang itu tidak pernah saya atau anak saya terima,”ujarnya.

Dia juga mengatakan hal tersebut juga terjadi pada puluhan siswa lainnya buku tabungannya direkening BRI tercetak uang jutaan tapi tidak diterimanya.

Kepala Sekolah SD 45 Buton Alimudin S.Pd MA membenarkan jika banyak siswa di sekolahnya yang mendapatkan bantuan PIP dari Pemerintah Pusat atas usulannya, dan buku rekeningnya baru saja dibagikan saat penerimaan rapor 21 desember 2020 lalu.

“Saya bagi buku rekening ini kepada guru saat pembagian rapor tapi tidak tahu soal adanya kasus ini, ada uang di buku tabungan yang sudah ditarik,”terangnya.

Dia mengakui pada bulan agustus dan september 2020 pernah menyalurkan bantuan kepada para siswanya di sekolah, namun tidak untuk penerima buku tabungan yang baru dibagikan.

Untuk itu katanya saat bank di buka hari senin 4 januari 2021 ini akan mengecek langsung di Bank untuk memastikan anggaran yang ada di rekening tabungan para siswa.

“Saya juga kaget ada bantuan di rekening tapi uangnya sudah diambil karena buku ini baru saja dibagikan,”ujarnya.

Saat ini lanjut dia sementara masih liburan nanti pasca libur saya akan cek langsùng di Bank untuk memastikan ini.

 

Tinggalkan Balasan