Memberitakan Dengan Fakta
BUTON  

Endriati Nahkodai IBI Buton Masa Bhakti 2021-2026

Endriati Nahkodai IBI Buton Masa Bhakti 2021-2026

Endriati Nahkodai IBI Buton Masa Bhakti 2021-2026

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Endriati, A.Md, Keb, terpilih sebagai ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Buton periode 2021 – 2026.

Endriati Amd, Keb mengalahkan tiga pesaing lainnya pada pemilihan ketua yang berlangsung dalam rangkaian Musyawarah Cabang ke-VI IBI Buton di Gedung serbaguna Wakaka, rabu(27/01/2021).

Kemenangan Endriati mampu meraih suara 37 dari total jumlah hak pilih 50. jauh dari pesaing lainnya. Peringkat kedua Sarnia, Wa Eti, dan nurjana.

Bupati Buton Drs La Bkary M.Si saat membuka Muscab IBI tersebut mengapresiasi  atas dilangsungkannya Muscab. Menurutnya, Muscab selain memilih ketua dan pengurus periode baru, juga menjadi momen konsolidasi seluruh bidan di Buton untuk mengoptimalkan fungsi IBI.

“bidan, tenaga profesional yang bertanggung jawab dan akuntabel yang bekerja sebagai Mitra perempuan untuk memberikan dukungan asuhan dan nasehat selama hamil masa persalinan dan nifas, memimpin persalinan dan atas tanggung jawabnya sendiri serta memberikan asuhan pada bayi,”ujar La Bakry.

Kata dia tugas bidan sangat berat, namun merupakan tugas yang penuh keikhlasan. Profesionalitas tanpa keikhlasan dalam bekerja sebagai bidan, maka hasilnya tidak akan maksimal. Profesi bidan harus bisa memenuhi kebutuhan pasien, khususnya kaum perempuan.

Dia juga bangga kepada para bidan di Kabupaten Buton mampu menjalankan tugas-tugas sesuai dengan kewenangannya utamanya dalam memberikan pelayanan antenatal pengawasan dalam masa kehamilan persiapan menjadi orang tua kemah pendidikan kesehatan perempuan kemah kesehatan reproduksi dan asuhan anak baik nilai praktek diberbagai tatanan pelayanan termasuk di rumah, di masyarakat, rumah sakit kalau maag klinik dan atau unit kesehatan lainnya.

Kata dia lagi peran ini harus terus ditingkatkan baik secara individu maupun diwadahi oleh IBI Kabupaten Buton karena menjadi bagian dari kontribusi bidan dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak khususnya serta masyarakat secara umum. “saya mengapresiasi musik hari ini mudah-mudahan mampu meningkatkan kualitas pelayanan bidan dalam penanganan kegawatdaruratan ibu dan anak sesuai tema yang diusung,”harapnya.

Lebih lanjut dia mengucapkan selamat datang dan Selamat mengikuti musyawarah cabang Ikatan Bidan Indonesia ke-VI di Kabupaten Buton sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten Buton.

IBI ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang lebih baik mampu menyusun program kerja serta realistik serta mampu menyentuh kebutuhan anggota masyarakat secara lebih luas.

Dengan kepemimpinan yang baru diharapkan mampu memberikan potensi internal dan peluang eksternal untuk memaksimalkan peran organisasi khususnya dalam penanganan covid 19 di Kabupaten Buton.

“Saya berharap ini menjadi momentum penguatan profesi bidan menjadi lebih baik lagi dengan senantiasa menjunjung kode etik profesi bidan antara lain menghargai otonomi melakukan tindakan yang benar sesuai standar mencegah tindakan yang dapat merugikan pasien memperlakukan pasangan secara adil dan tidak diskriminatif memberikan penjelasan yang benar menepati janji dan menjaga privasi dan kerahasiaan pasien semoga semakin mendorong profesi kebidanan menjadi profesi yang lebih mulia dan lebih,”pungkasnya.
Kadis Kesehatan H Djufri M.Kes M.Si mengatakan, Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk sebesar 265 juta jiwa pada tahun 2018 pada tahun 2017 penduduk mencapai 265 juta jiwa data kependudukan bajunya produk Indonesia mengalami peningkatan sangat cepat laju pertumbuhan penduduk yang sangat cepat menyebabkan beberapa masalah seperti taraf hidup.

“Salah satu fokus Indonesia yang berhubungan dengan kematian ibu dan bayi,”katanya.

Sustainable Development Goals (sdgs) mencanangkan upaya pembangunan berkelanjutan dan menjadi acuan dalam kerangka pembangunan dan perundang-undangan Perundingan negara-negara di dunia Salah satu tujuan dari sdgs adalah mengurangi angka aki hingga 70 per 1000 kelahiran jumlah KB hingga 12 per 1000 kelahiran dan angka kematian balita 25 per 1000 kelahiran hidup.

“Pada tahun 2025 angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Buton masih cukup tinggi sebagai gambaran ketiga pada tahun 2018 berjumlah 14 kasus dan tahun 2019 menjadi 11 kasus ini berarti menandakan bahwa kinerja bidan cukup baik dalam upaya penurunan AKI dan AKB,”ujarnya lagi.

Di Indonesia tenaga kesehatan khususnya bidan memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan pelayanan kebidanan secara komprehensif untuk mengatasi terjadinya komplikasi pada ibu atau bayi agar jumlah AKI dan AKB dapat menurun.

“Asuhan kebidanan komprehensif merupakan asuhan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh,”ujarnya.

Kata dia asuhan bidan dari mulai hamil, bersalin, nifas sampai pada bayi baru lahir adalah salah satu produk kesehatan yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kompetensi dan kewenangan.

Bidan telah diakui sebagai sebuah profesi, Departemen Kesehatan berupaya untuk menurunkan AKI dan AKB salah satunya adalah dengan intervensi strategis dalam upaya keselamatan ibu yang meliputi keluarga berencana pelayanan antenatal bersih dan aman pelayanan obstetri esensial dengan menganggap bahwa semua kehamilan beresiko sehingga setiap ibu hamil mempunyai akses tenaga kesehatan bidan.

“maka seorang bidan harus mempunyai kompetensi dan sumber daya dalam pertolongan persalinan yang aman dan memberikan pelayanan dengan baik,”harapnya.

Bidan kata dia punya tugas sangat berat, tugas yang mulia ” Saya berharap agar para bidan memiliki SDM yang memiliki kemampuan dan kompetensi dan membentuk diri melalui pelatihan, workshop atau pendidikan yang lebih tinggi,”tuturnya.

Dia menambahkan tantangan pembangunan kesehatan ke depan adalah bagaimana agar angka kematian ibu dan anak turun, oleh karenanya anggota Ibi harus menjawab tantangan itu dengan membentangi diri baik melalui pelatihan Pendidikan terhadap para bidan yang ada di desa.

Ia juga meminta agar lara bidan jangan bosan dan berhenti untuk menyarankan bagaimana menerapkan disiplin prokes  kepada masyarakat tentang disiplin menjalankan proses seperti pakai masker,cuci tangan dan jaga jarak tidak boleh lengah dengan masyarakat.

Ketua Ibi Buton demisioner Hj Ece Salmiati Amd, Kep mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya acara Muscab ke VI.
“Semoga pengurus IBI yang baru lebih jaya khususnya untuk kabupaten Buton,”ujarnya.

Dia juga berpesan agar pengurus IBI yang baru dapat melaksanakan, kti, str dan program – program baru.

Tinggalkan Balasan