Memberitakan Dengan Fakta
BAUBAU  

Unidayan Gelar Seminar Nasional Menuju Terbentuknya Fakultas Kedokteran

Unidayan Gelar Seminar Nasional Menuju Terbentuknya Fakultas Kedokteran
Unidayan Gelar Seminar Nasional pembentukan Prodi Kedokteran, Sabtu (26/12/2021)l

BAUBAU,FAKTASULTRA.ID – Kabar gembira bagi masyarakat Kepton, Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau, menyelenggarakan seminar nasional secara virtual sebagai langkah pembukaan Prodi Kedokteran.

Seminar mengusung tema “Urgensi Pembukaan Prodi Kedokteran Berbasis Medical Tourism Dengan Kearifan Lokal di Universitas Dayanu Ikhsanuddin Kota Baubau Sulawesi Tenggara,” dihadiri 328 orang peserta sebagaimana yang disampaikan ketua panitia seminar, Dahmar, S.KM., M.Kes saat membacakan laporan.

Tampil sebagai Keynote speaker atau pembicara kunci pada seminar ini yakni Walikota Baubau, Dr. H. AS. Thamrin, MH, sebagai Narasumber Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm.,Ph.D, dan Ketua Lembaga Riset IDI, Dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed, Ph.D, sebagai pembahas Humas Lembaga Riset IDI, Dr. Wachyudi Muchsin, S.H, dan Rektor Unidayan, Ir. H. LM. Sjamsul Qamar, MT., IPU, serta sebagai Moderator Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unidayan, Dr. Rininta Andriani, S.Sos., M.Kes.

Dalam sambutannya, Walikota Baubau mendukung sepenuhnya Unidayan untuk membuka Fakultas Kedokteran dengan konsep medical tourism sebagai wujud upaya partisipasi timbal balik dalam artian pihak pemerintah kota Baubau memberi dukungan kepada Unidayan untuk pendirian Fakultas Kedokteran disisi lain Unidayan ikut mendukung pilar pembangunan di kota Baubau khususnya pembangunan di bidang Sumber Daya Manausia.

“Pemerintah kota Baubau mendukung sepenuhnya upaya tersebut sebagai wujud upaya partisipasi timbal balik. Apa artinhya? Timbal balik dalam arti, satu pihak pemerintah kota Baubau memberikan dukungan kepada Unidayan untuk pendirian fakultas kedokteran, disisi lain Unidayan ikut mendukung pilar pembangunan SDM di kota Baubau,” Ungkap AS Thamrin.

Sedangkan Ketua Konsil Kedokteran Indonesia, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm.,Ph.D dalam materinya memberikan penjelasan tentang problem mengenai jumlah dokter di Indonesia yang masih kurang, distribusi dokter belum merata di wilayah Indonesia, dan peranan Konsil Kedokteran Indonesia dalam relevansinya untuk pembukaan Fakultas Kedokteran, kurangnya jumlah dokter spesialis, dan di akhir materinya Prof. Dr. Taruna menyambut baik niatan Unidayan untuk membuka Fakultas Kedokteran.

Kemudian Ketua Lembaga Riset IDI, Dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed, Ph.D, memberikan penjelasan terperinci tentang Standar Kompetensi Kedokteran Indonesia (SKDI) tahun 2019. Di akhir materinya, Dr. Marhaen menjelaskan tentang prospek Unidayan dalam pembukaan Prodi Kedokteran mempunyai peluang dengan Menyusun proposal dengan konsep Konsil Kedokteran Indonesia dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu Rektor Unidayan, Ir. H. LM. Sjamsul Qamar, MT., IPU dalam materinya menguraikan visi misi Unidayan, fasilitas sarana dan prasarana termasuk kesiapan Unidayan dalam rangka menghadapi demoratorium Fakultas Kedokteran.

Kemudian Humas Lembaga Riset IDI, Dr. Wachyudi Muchsin, S.H menjelaskan poin-poin tentang keunggulan medical torism berbasis kearifan lokal sebagai konsep pembukaan prodi kedokteran. Olehnya itu beliau mengapreasiasi dukungan Walikota Baubau yang telah disampaikan pada sambutan awal seminar karena Baubau merupakan kota yang tepat untuk konsep tersebut.

Terakhir moderator seminar sekaligus Dekan FKM Unidayan, Dr. Rininta Andriani, S.Sos., M.Kes menyimpulkan dari penjelasan narasumber bahwa kondisi jumlah dokter di Indonesia masih mengalami kekurangan, masih adanya ketimpangan dengan pendistribusian dokter dimana pendistribusian masih fokus untuk kota-kota besar seperti di pulau Jawa dan di daerah perifer masih belum merata.

Tinggalkan Balasan