
KENDARI,FAKTASULTRA.ID – Gubernur Sulawesi Tenggara menerima penghargaan dari Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Indonesia atas peran dan kontribusinya dalam pelestarian budaya daerah dan kemajuan kebudayaan di Sulawesi Tenggara, khususnya tradisi lisan, pada Selasa, 15 Desember 2020 di Claro Hotel Kendari.
Dalam malam penganugerahan tersebut, pemberian sertifikat dilakukan oleh Ibu Dr. Prudentia, MPPS., M.Hum. selaku Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Pusat, dan disaksikan oleh Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Sultra, Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, MS., Ketua DPRD Prov. Sultra, H. Abdurrahman Saleh, SH., M.Si., dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov.Sultra, Drs. Asrun Lio, M.hum., Ph.D.
Dalam sambutannya, Gubernur Ali Mazi merasa sangat berbahagia dan mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Indonesia yang telah mendapat pengakuan dunia terakreditasi UNESCO.
Gubernur pun sangat menaruh perhatian yang besar terhadap keberadaan ATL di Sulawesi Tenggara yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Usman Rianse, MS. yang telah bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara dalam mewujudkan program prioritas pembangunan Sulawesi Tenggara yang telah tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah, yaitu “Sultra Berbudaya dan Beriman”.
Menurut Gubernur, budaya adalah modal pembangunan bangsa. Modal tersebut terletak pada perannya sebagai pengendali cara berpikir, berorientasi, dan berperilaku masyarakat. Untuk itu, perlunya menggali nilai-nilai budaya yang telah lama hidup dan berkembang di dalam masyarakat yang kemudian dikemas dalam berbagai kegiatan festival kebudayaan.
Sultra Berbudaya merupakan kebijakan yang bertujuan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, menghargai adat istiadat setiap kelompok masyarakat serta melidungi dan menyelamatkan warisan budaya berupa situs-situs budaya, kesenian, dan seni anyaman.
Gubernur berharap agar warisan nilai-nilai luhur kebudayaan dapat dilestarikan kepada generasi-generasi berikutnya. Olehnya itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara melalui UPTD Museum dan Taman Budaya sebagai leading sector yang bertanggung jawab pada pemajuan kebudayaan di daerah perlu terus melakukan kegiatan yang melestarikan keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi untuk memperkuat kebudayaan di daerah dan kebudayaan nasional.











