
KENDARI,FAKTASULTRA.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan sosialisasi pentingnya pola pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pada keluarga yang memiliki bayi dua tahun (Baduta) untuk mencegah stunting di Kabupaten Buton, Senin(14/12/2020).
Kegiatan yang diikuti lintas sektor lingkup Pemkab Buton tersebut, dibuka oleh Kadis Pengendalian Pebnduduk dan KB Buton, Asrudin, dihadiri Kepala BKKBN Sultra, Asmar, beserta rombongan dan pejabat III dan IV Dinas Dalduk dan KB Buton.
Kepala Dinas Dalduk dan KB Buton, Asrudin, mengatakan penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak.
“Dalam memastikan efektivitas interfensi pelaksanaan penurunan stunting di daerah, perlu pembangian peran yang jelas antara provinsi, kabupaten kota, kecamatan hingga pemerintah desa,” katanya.
Sejalan dengan itu kata Asrudin, program kampung keluarga berkualitas (KB) yang telah diprogramkan pemerintah di daerah itu telah menunjukan hasil positif.
“Program kampung KB yang telah diintegrasikan dengan program sektor lainnya akan dapat percepat upaya mengatasi kesenjangan,” katanya.
Sementara itu, kepala BKKBN Sultra, Asmar, mengatakan 1000 HPK adalah pola pengasuhan seribu bari pertama kehidupan yakni mulai usia dalam kandungan hingga usia anak usia 0 sampai 2 tahun.
“Usia ini merupakan usia emas, jika salah pengasuhan diusia ini, maka akan bwerdampak pada tumbuh kembang anak. Olehnya itu, ketika diusia emas ini harus diperhatikan gizinya,” katanya.
Tidak hanya itu kata dia, saat ibu hamil juga sudah harus diperhatikan gizinya jangan sampai bayi yang masih dalam kandungan tidak mendapatkan azupan gizi yang baik karena ibunya yang malas makan makanan bergizi.
“Di Buton banya sumber gizi, banyak ikan, lobster dan berbagai sumber protein. Sehingga tidak masuk akal ada anak stunting hanya karena persoalan gizi karena daerah ini sumbernya,” katanya.
Persoalannya kata Asmar, biar menjadi daerah sumber protein dan gizi tetapi apakah apakah saat hamil ibu mengkonsumsi makan ikan atau tidak.
“Karena ketika kekurangan gzi maka otopmatis akan berpengaruh pada bayinya, sehingga katika besar maka menjadi stunting, tidak seimbang pertumbuhan antara umur dan tinggi badan, tidak hanya itu kurang tumbuh fisiknya dan juga otaknya lambat pertumbuhannya,” pungkas Asmar.











